Cerita misteri bertemu dengan sosok hantu “gundul pringis”

Friday, May 27th 2016. | Cerita misteri
Hantu glundung pringis

Hantu glundung pringis

Asal usul hantu gundul pringis – Glundung pringis merupakan sebutan bagi salah satu makhluk gaib yang bewujud layaknya manusia. Namun yang sangat menyeramkan hantu ini menampakkan diri dengan hanya berwujud kepala saja tanpa adanya badan. Glundung berasal dari menggelundung atau dalam bahasa Indonesia berarti menggelinding dan pringis yang berarti meringis. Hantu ini konon berbentuk kepala tanpa badan yang menggelinding sambil meringis maka dari itu disebut glundung pringis.

Tanda-tanda Kehadiran Gundul Pringis Pada beberapa kasus penampakan, sebelum kehadiran hantu gundul pringis selalu menunjukan beberapa tanda-tanda. Beberapa hantu tersebut antara lain:

  • Kehadiran hantu gundul pringis sering dimulai dengan terdengarnya suara benda jatuh dengan keras.
  • Jika pada tanah yang tak datar, suara benda menggelinding akan menyertai suara jatuh dengan selang waktu yang cukup lama (tidak seperti umumnya suara benda jatuh menggelinding).
  • Gundul pringis sebelum menampakan diri akan membuat seseorang yang dikerjainya merasakan suhu tubuhnya meningkat (menjadi panas) dan telinganya berdenging.
  • Sepasang sinar merah persis seperti sorot mata yang tajam akan terlihat dari munculnya gundul pringis di tempat yang gelap.

Selain tanda-tanda itu, perlu diketahui jg bahwa gundul pringis sering bersembunyi di bawah kolong tempat tidur, atap rumah, gudang, dapur, / di pojok ruangan gelap.

Berikut ceritanya :

Sepulang salat Isya, aku tidak langsung pulang ke rumah. Itu karena aku belajar bersama di rumah Shindong, kawanku satu kelas. Tidak hanya aku (Leeteuk). Ada Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Heechul, Kyuhyun juga. Yah, setali tiga uanglah. Belajar sekalian main bersama kawan-kawan lain juga.

Selesai semua tugas, kami yang namanya mirip dengan personel Super Junior tahun 2011 ini ngobrol-ngobrol. Kalau istilah orang Barat by the way. Saat itu, kami by the way tentang cerita horor yang sedang heboh di kampung kami.

“Eh, pada tahu enggak, setan yang lagi jadi omongan orang sekampung?” tukas Shindong membuka obrolan.

“Aku sih enggak percaya yang begitu-begitu, Shin. Paling hanya buat ngibulin anak-anak,” sahutku.

“Ah, masak enggak percaya sih kau?” Yesung ikut angkat suara, bertanya padaku.

“Lha, emangnya setan apaan sih?” tanya Sungmin. Pertanyaan ini diamini juga oleh Eunhyuk, Donghae, Siwon, Kyuhyun, dan Ryeowook. Karena mereka memang bukan berasal dari kampung kami.

“Gundul pringis,” Heechul menegaskan.

“Ih, apa itu gundul pringis?” tanya mereka berbarengan.

Shindong terpaksa menjelaskan kepada kawan-kawan yang bukan berasal dari kampung kami. Mereka manggut-manggut saja mendengar penjelasan Shindong.

“Seseram apa sih gundul pringis itu?” tanyaku, sedikit sok. Maklum aku belum pernah bertemu dengan setan itu. Selain, mendengar dari cerita orang-orang.

“Kau jangan begitu, Lee. Ditampaki tahu rasa kau.” Heechul memperingatkan aku.

“Aku enggak takut.”

“Ah, sudahlah. Sudah malam, kita lanjutkan tugas kita yang belum rampung besok,” Shindong mengakhiri obrolan malam itu.

Kami membereskan semua tugas yang telah diselesaikan. Semua pulang ke rumah masing-masing. Kawan-kawan yang bukan berasal dari kampung kami, pulang berbarengan. Berbonceng-boncengan. Yesung tinggal melangkahkan kaki saja dari rumah Shindong. Rumah Yesung dekat betul dengan rumah Shindong. Mereka bertetangga. Sementara, aku bareng dengan Heechul karena kami searah. Tapi, di tengah jalan nanti aku mesti melanjutkan sendiri. Rumahku lebih jauh ketimbang rumah Heechul.

Aku sebenarnya tidak memikirkan apapun saat pulang. Lagu Mr. Simple dari Super Junior menemani setiap langkahku. Suasana begitu sepi. Tak ada orang berlalu lalang. Aku sendirian. Tapi, tak merasa sendirian. Seperti ada ‘sesuatu’ mengamatiku. Jantungku mulai berdebar kencang. Pikiranku kembali pada cerita setan yang dibicarakan di rumah Shindong tadi. Suara Super Junior dari earphoneku mendadak mati. Suara desau angin menusuk kulit terdengar olehku. Aku mempercepat langkah. Ingin buru-buru sampai rumah.

Brukk Kresekk!! Terdengar suara benda terjatuh dari pohon tak jauh dari tempatku berjalan. Tak lama kemudian, sebuah bola menggelinding ke arahku. ‘Eh, bola?’ pikirku. Tapi, bola itu berbalik ke arahku. ‘Bukan bola?’ pikirku lagi. Bola itu adalah kepala. Yang lantas meringis-ringis ke arahku dan bola mata yang berputar-putar. Tanpa pikir panjang, aku menendang kepala itu bak sebuah bola. Lalu, lari sambil berteriak, “Ada gundulll pringisss…” Aku berlari sekuat tenagaku.

 

Artikel di cari :