Cerita misteri keangkeran rumah sakit cipto mangunkusumo

Friday, April 22nd 2016. | Cerita misteri
Tempat angker di RSCM

Tempat angker di RSCM

Kisah horror kamar mayat RSCM – RS Ciptomangunkusumo memang telah dikenal luas oleh masyarakat indonesia, khususnya masyarakat jabodetabek. Rumah Sakit yang termasuk salah satu rumah sakit terbesar di jakarta tersebut merupakan salah satu rumah sakit dengan fasilitas SDM maupun peralatan yang terbilang cukup memadai.

Banyak hal gaib pula yang menghuni rumah sakit ini, salah satunya pernah di alami narasumber sebut saja dengan nama “rahman”. Saat itu Rahman bersiap untuk pulang sekolah dan mengerjakan banyak tugas yang diberikan oleh gurunya. Dia pulang dengan tergesa-gesa karena tugasnya begitu banyak. Rahman tinggal di rumah bersama ayah, ibu, dan neneknya di daerah Jakarta. Sesampainya di rumah, dia dikejutkan dengan keadaan ayahnya yang penyakitnya semakin parah. Ayahnya sudah lama mengidap penyakit di kaki yang cukup parah sehingga membuatnya selalu kesakitan saat berjalan ataupun melakukan aktifitas yang berkaitan dengan menggunakan kaki. Awalnya ayah Rahman mengalami kecelakaan yang tidak terlalu parah, namun di kakinya terdapat luka kecil yang mungkin tidak segera di bersihkan sehingga menyebabkan infeksi. Melihat ayahnya kesakitan sampai mengeluarkan air mata, Rahman meminta kepada ibu dan neneknya untuk membawa ayahnya itu ke salah satu rumah sakit kecil di Jakarta. Akhirnya malam itu ayah Rahman dibawa oleh ibu dan neneknya bersama dengan pamannya yang turut membantu meminjamkan mobil dan mengendarai mobilnya. Namun Rahman tidak ikut karena dia akan sibuk untuk mengerjakan tugas dari gurunya.

Keesokan harinya, Rahman pergi ke sekolah dengan tugasnya yang siap dikumpulkan. Rahman pergi meninggalkan rumah tanpa bekal ataupun sarapan karena ibu dan neneknya belum pulang dari RS. Ibu dan pamannya juga susah untuk dihubungi oleh Rahman. Di sekolah, Rahman merasa sangat cemas dan fikirannya penuh dengan hal negatif. Sepulang sekolah-pun Rahman belum mendapati keluarganya pulang. Dan saat malam hari akhirnya Rahman mendapat telepon dari ibunya. “Rahman, maaf nak ibu baru bisa menghubungi kamu. Ayah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo nak karena penyakitnya sudah sangat parah. Untungnya kita memiliki kartu kesehatan program pemerintah sehingga kita tidak perlu bayar mahal. Bisakah kamu kesini untuk menjaga ayah? Ibu mau pulang dulu ada urusan yang harus diselesaikan” ujar ibunya di telepon. Akhirnya Rahman mau pergi ke RSCM untuk menjaga ayahnya malam itu. Rahman pergi meminta antar kepada salah satu sahabatnya di sekolah, dan dia juga meminta agar menyampaikan bahwa esok dia tidak akan masuk sekolah karena harus menjaga ayahnya di rumah sakit.

Sesampainya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rahman langsung bergegas ke ruangan dimana ayahnya dirawat. Begitu sampai di ruang tersebut, ibu, nenek, dan paman-nya langsung pulang. Malam itu Rahman akan menjaga ayahnya sendirian. Di ruangan tersebut ada sebanyak 6 tempat tidur, tetapi kebetulan saat itu hanya ayahnya seorang yang ada di ruangan tersebut. Rahman yang memiliki karakter penakut hanya bisa duduk diam di samping ayahnya. Dia tidak mau beranjak sedikitpun dari tempat duduknya karena suasana yang hening. Hari semakin malam dan suasana semakin sepi. Rahman akhirnya tertidur sambil duduk dengan kepala yan disandarkan di samping ayahnya. Tiba-tiba ayahnya membangunkan Rahman, dia meminta Rahman untuk memanggilkan suster karena sakitnya terasa sangat sakit. Mau tidak mau Rahman bergegas menuju tempat suster. Rahman melewati lorong di RSCM yang sangat sepi karena waktu menunjukkan pukul 01.00 dan dia berjalan sendirian. Di lorong tersebut Rahman berjalan dengan sangat cepat karena dia merasa ketakutan dengan suasana yang terlihat cukup angker, sepi, dan juga gelap. Akhirnya Rahman sampai di tempat suster, dia memanggil suster untuk melihat keadaan ayahnya. Rahman kembali ke ruangan ayahnya bersama dengan suster.

Setelah sampai di ruangan ayahnya, suster memanggil dokter namun Rahman hanya diam disamping ayahnya. Saat dokter datang, ayahnya diperiksa, dan ternyata tanpa diduga kaki ayah Rahman harus segera diamputasi karena infeksi yang semakin parah dan menyebar. Rahman merasa bingung, takut, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara dokter menyarankan agar salah satu keluarga harus segera menandatangani surat persetujuan operasai dan tidak boleh dinanti-nanti lagi. Karena Rahman kesulitan untuk menghubungi ibunya, akhirnya Rahman sendiri yang menandatangani surat tersebut. Untungnya dokternya juga membolehkan surat tersebut di tanda tangani oleh anaknya sendiri. Setelah itu masih ada satu masalah lagi yaitu surat-surat persyaratan agar operasi tersebut tidak perlu membayar mahal harus di foto copy beberapa lembar. Akhirnya Rahman kembali meninggalkan kamar ayahnya untuk memfoto copy semua surat-surat tersebut. Di perjalanan Rahman kembali melewati lorong gelap di RSCM tersebut. Tiba-tiba, seorang wanita dengan pakaian yang kotor dan penuh robekan sedang berbicara sendiri. Rahman berjalan dengan biasa saja sambil melirik ke arah wanita tersebut. Wanita tersebut adalah orang gila fikirnya karena dia berbicara sendiri sambil tunjuk-tunjuk dan pakaian yang digunakan juga cukup kotor.

Singkat cerita akhirnya Rahman selesai memfoto copy semua persyaratan tersebut. Rahman segera bergegas kembali ke ruangan ayahnya dirawat. Begitu sampai ke lorong, Rahman merasa sangat ketakutan karena akan bertemu kembali dengan orang gila yang tadi sedang berbicara sendiri. Terlihat dari kejauhan, ternyata orang gila tersebut sudah tidak ada. Rahman merasa sangat lega karena orang gila tersebut sudah tidak ada. Dia kembali berjalan cepat di lorong tersebut, dan secara tiba-tiba ada suara seperti wanita menangis. Rahman semakin panas, bulu kuduknya berdiri, jalannya semakin cepat. Akhirnya dia melewati sumber suara tersebut. Namun Rahman penasaran dan katakutan sehingga dia menengok ke arah belakang untuk melihat apakah ada seorang wanita yang menangis tersebut. Tiba-tiba terlihat dari kejauhan ada penampakan suster ngesot yang sedang menuju kearahnya. Wajahnya tidak terlalu terlihat jelas karena kondisi di lorong tersebut sangat gelap, namun yang terlihat oleh Rahman wajahnya sangat penuh dengan luka dan juga terlihat begitu menyeramkan. Rahman kaget dan sangat ketakutan sampai akhirnya dia berlari ke ruangan ayahnya. Sesampainya di ruang ayahnya, ternyata pamannya sudah ada di sana. Dan Rahman menceritakan apa yang telah terjadi malam itu ke pamannya.

Penampakan hantu di RS cipto mangunkusumo

Cerita hantu di rumah sakit RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) bukan hanya dialami oleh Rahman. Banyak orang yang melihat sosok aneh dan menyeramkan. Terutama di bagian lorong yang terkenal angker tersebut, tidak sedikit orang yang melihat penampakan bayangan yang melintas. Jika kamu sedang berada disana dan juga sedang beruntung, maka kamu akan melihat sosok-sosok menyeramkan tersebut disana.

Artikel di cari :