Cerita mistis di balik bangunan gedung sate bandung

Tuesday, May 31st 2016. | Cerita misteri
Keangkeran gedung sate bandung

Keangkeran gedung sate bandung

Kisah horror gedung sate bandung – Telah sejak lama gedung yang berdiri semenjak masa Hindia Belanda itu menjadi saksi sejarah salah satu kota metropolitan di Indonesia. Selain menjadi saksi sejarah, ternyata Gedung Sate juga menyimpan beragam kisah mengerikan yang dipercaya oleh banyak orang disana mengenai keberadaan sosok makhluk tak kasat mata.Mungkin salah satu faktor penyebabnya adalah Gedung Sate sudah menjadi gedung tua yang kokoh. Oleh karenanya para hantu gemar mendiami gedung tua itu. Dirangkum dari berbagai sumber, ini dia beragam kisah angker paling mengerikan yang ada di Gedung Sate. Satu hal yang pasti, tatkala membaca cerita horor ini, dapat dipastikan kamu akan langsung merinding. Harap segera mengunci pintu rapat-rapat jika tidak ingin hal buruk terjadi.

Adanya Kerajaan Jin

Apabila berbicara mengenai keberadaan makhluk astral atau sosok tak kasat mata memang tak semua orang dapat mempercayai hal tersebut. Sama halnya dengan keberadaan pasukan kerajaan jin yang acap kali ada di area belakang Gedung Sate. Biasanya, jika di malam dini hari yang dingin tiba-tiba daerah belakang Gedung Sate itu muncul kabut tebal misterius yang dipercaya itu adalah pasukan kerajaan jin. Bagaimana menurutmu, apakah kamu ingin langsung membuktikan tentang kebenaran pasukan dari kerajaan jin ini ?.

Hantu Neng Siti

Sebuah kisah dialami seorang wanita yang pernah melintasi area belakang Gedung Sate dengan mobilnya. Kala itu, hari sudah malam dan kondisi sangat sepi dan dengan tiba-tiba wanita itu dikejutkan dengan seekor binatang yang melintasi jalan dan hampir dia tabrak. Anehnya meski sudah di-klakson, hewan itu hanya diam saja dan wanita yang kesal itu akhirnya keluar dari mobil untuk mengusir si hewan. Betapa kagetnya saat tiba-tiba hewan mirip angsa itu langsung berubah menjadi wanita menyeramkan yang konon dipercaya warga sekitar bernama Neng Siti. Konon, dulunya Neng Siti adalah pembantu orang Belanda yang ditinggal kekasihnya dan akhirnya memutuskan gantung diri di rumah area belakang Gedung Sate dan acap kali menghantui siapa saja yang melintasi jalan belakang Gedung Sate.

Jenazah Yang Tertinggal

Ada sebuah tugu yang terbuat dari batu alam di halaman depan Gedung Sate. Tugu itu bertulis, “Dalam mempertahankan Gedung Sate terhadap serangan pasukan Gurkha tanggal 3 Desember 1945, tujuh pemuda gugur dan dikubur oleh pihak musuh di halaman ini. Bulan Agustus 1952 diketemukan jenazah Suhodo, Didi, dan Muchtarudin, yang dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Jenazah Rana, Subengat, Surjono, dan Susilo tetap berada di sini.” Dipercaya sampai saat ini masih ada jenazah yang terkubur di Gedung Sate yang membuat beberapa penjaga sering merasakan kehadiran sosok pemuda berpenampilan kuno berjalan-jalan di area gedung ketika hari sudah gelap.

Pohon Besar Angker

Di halaman belakang Gedung Sate atau sebuah pohon besar. Yang konon katanya tumbuh di sana dengan sebuah maksud selain memang membuat kondisi sejuk. Banyak yang percaya jika pohon besar itu adalah tempat mukim sosok makhluk halus penguasa Gedung Sate. Hal ini dipercaya para pedagang di seputar Gedung Sate yang selalu mewanti-wanti untuk tidak berbuat sembarangan di Gedung Sate, terutama bagian pelataran belakang. Pernah ada seorang pedagang yang tak sengaja buang air kecil di dekat pohon besar itu dan dia mengalami gangguan tak masuk akal selama 4 hari. Kamu percaya ?.

Penunggu Gedung

Sebagai gedung kuno yang sudah berdiri hampir sepuluh dekade, Gedung Sate dipercaya memiliki sosok makhluk halus penunggu yang disebut-sebut memiliki sosok kakek botak dengan jenggot panjang menyentuh tanah. Keberadaan si kakek penunggu itu juga diyakini para penjaga malam di Gedung Sate. Seperti apa yang pernah dialami seorang penjaga di suatu malam tahun 1991 silam. Saat itu sang penjaga malam yang hendak tidur tiba-tiba mendengar kaca pos jaga digedor-gedor dan melihat sosok si kakek misterius itu di sana yang dengan sekejap menghilang. Lebih seramnya lagi tak hanya sang penjaga, sebab beberapa karyawati juga pernah melihat seorang kakek tua berjalan tertatih-tatih melintas depan ruang kerjanya menuju toilet namun saat dikejar beberapa detik kemudian sosok itu lenyap tak berbekas. Kuat dugaan, sosok si kakek misterius itu juga acap kali membuat kekacauan di ruang sub-humas. Mengenai benar atau tidak, ada baiknya untuk langsung menanyakannya pada semua karyawan di Gedung Sate nanti tatkala kalian berkunjung kesana.

Museum Pos Berhantu

Tatkala berbicara perihal Gedung Sate tentu tak lepas dari Museum Pos Indonesia yang memang terletak di belakang Gedung Sate. Kerap kali orang-orang menilai museum sebagai bangunan menyeramkan bahkan di siang hari dan itulah yang terjadi pada museum Pos Indonesia ini. Dipercaya, museum ini memiliki ruang bawah tanah gedung penuh dengan patung-patung yang jika diperhatikan selalu menatap ke pengunjung. Tak hanya menatap, patung-patung itu dipercaya bisa hidup di malam hari. Berniat membuktikan? Sesekali cobalah untuk memberanikan diri berjalan-jalan di sana saat malam hari.

Kuntilanak Berbaju Merah

Gedung kuno yang acap kali sepi tak berpenghuni di malam hari ini seakan menambah kesan teramat mengerikan. Tak hanya di dalam gedung, area jalan sekitar Gedung Sate juga acap kali membuat bulu kuduk merinding karena menjadi saksi atas kehadiran sosok-sosok makhluk astral. Seperti apa yang pernah dialami seorang pemuda yang melintasi jalanan Gedung Sate di malam hari. Saat itu sang pemuda yang naik sepeda motor sendiri melintasi jalanan sekitar Gedung Sate dini hari merasakan boncengan motornya berat dan dia baru menyadari ada sosok kuntilanak berbaju merah di sana dengan penampilan mengerikan yang konon dipercaya itu adalah korban tabrak lari di sana.

Lorong Rahasia

Telah banyak warga yang mempercayai bahwa ada lorong bawah tanah Gedung Sate yang berhubungan dengan Gedung Pakuan yang menjadi rumah dinas gubernur Jawa Barat. Menurut mitos yang beredar, lorong misterius itu sengaja dibangun di masa penjajahan Belanda. Apalagi ada salah satu ruang di lantai dasar Gedung Sate yang tak pernah dibuka yang semakin membuat orang penasaran. Meski begitu pihak Gedung Sate selalu membantah kabar lorong misterius itu. Usut punya usut, ternyata lorong itu ditutup selama-lamanya karena kisah mengerikan soal tawanan perang yang tewas dan membusuk di sana yang semakin membuat suasana menjadi angker. Bagaimana, apakah kamu mempercayainya ?.

Dedemit Penunggu Gedung

Gedung peninggalan Belanda ini sekarang menjadi Kantor Pemerintah Dati I Jawa Barat atau Gubernuran. Akrab disebut Gedung Sate. Terletak persis di sisi lapangan Gazibo. Arsitekturnya unik. Sementara di atas bangunan kantor itu terdapat cor-coran menyerupai daging dan tusuknya. Tapi belum ada yang memastikan apakah ‘tusuk sate’ itu asli peninggalan Belanda atau bukan. Seperti halnya bangunan kuno lain, Gedung Sate menyimpan banyak misteri. Oleh karena fungsinya sebagai kantor pemerintah, maka di dalam gedung tersebut jelas pekat dengan urusan politik. Dipercaya komando tertinggi jagad maya di gedung tersebut diawaki kakek botak dengan jenggot panjang hingga menyentuh tanah. Apa pangkatnya di jagad dhemit memang belum jelas. Tapi dialah dhedhengkot di gedung itu. Sebagai ‘komandan dhemit’ tentu saja kakek berjenggot harus menjaga kewibawaannya dengan keras. Antara lain dengan mengusili karyawan (manusia) di kantor tersebut berkali-kali.

Hantu Wajah Rata

Di tempat berdirinya Gedung Pusat PT Telkom sekarang ada Lapangan Hockey. Dulunya penjaga lapangan itu pernah cerita, suatu tengah malam dia membeli sate di daerah Lapangan Gasibu sekarang. Pada saat si tukang sate mendekat, si penjaga melihat bahwa si tukang sate mukanya rata. Tidak ada hidung dan tak ada Mata. Polos, Rata! Dengan ketakutan si penjaga lari terbirit-birit. Ketemu tukang becak yang sedang istirahat, dia berniat untuk berbagi cerita. Mendengar ceritanya, tukang becak itu membuka topi yang menutupi mukanya sambil berkata : “Rata seperti ini…???”. Anehnya, muka si tukang becak juga rata. Akhirnya penjaga lapangan itu terus berlari dan setiap ketemu orang, semua mukanya juga rata. Menurut warga sekitar, cerita seram seperti ini memang sering terdengar dari orang yang berbeda.

Artikel di cari :