Cerita nyata misteri bau terasi di malam hari

Thursday, June 30th 2016. | Cerita misteri
Hantu paling usil

Hantu paling usil

Kisah horror bau terasi – Cerita ini terjadi sekitar tahun 2012, atau tepatnya sekitar 3 tahun lalu sejak tulisan ini di buat. Pada saat itu lembaga bimbingan belajar masih menempati bangunan lama yang masih tetap satu area ruko dengan bangunan yang baru. Letak bangunan lama hanya berjarak sekitar 10-15 meter. Lembaga bimbingan belajar ini terletak di bilangan Bintaro. Letak nya tidaklah jauh dari pusat perbelanjaan yang terkenal di Bintaro.

Namaku Dadang (nama disamarkan), aku asli orang sunda. Aku bekerja di tempat kerja ini sudah bertahun-tahun. Dan pada tahun 2012 aku bekerja bersama satu orang kawan ku yang bernama Cecep (nama disamarkan) sebagai office boy di sebuah lembaga bimbingan belajar.

Karena letak rumahku yang berada di Bogor, dan juga letak rumah cecep pun berada di Bogor, maka kami selalu tidur di lembaga bimbingan belajar tersebut pada malam hari. Kami jarang pulang ke rumah. Jikapun kami pulang, mungkin hanya hari minggu, di saat hari libur, dan itupun kami tidak selalu setiap minggu pulang.

Sore itu, sabtu sore, hari yang menandakan bahwa keesokan harinya adalah hari minggu. Kami telah membersihkan seluruh ruangan di bangunan berlantai 3 ini. Semua kelas sudah kami bersihkan dan semua sampah sudah kami buang. Jam menunjukan pukul 3, ketika Cecep berkata bahwa ia akan pulang ke Bogor. Ia mengajak ku untuk pulang, tetapi aku tidak mengiyakannya. Aku sedang tidak ingin pulang ke rumah saat itu. Aku ingin tetap di lembaga bimbingan belajar ini. Alasan utamaku karena di sini terdapat wi-fi dan aku bisa berinternet dengan lancar.

Melihat diriku yang enggan untuk di ajak pulang, Cecep pun langsung mengemas pakaian yang ia letak di lemari baju yang terletak di dapur dibagian belakang bagunan. Ia masukan pakaiannya ke dalam tasnya, dan ia mengenakan jaket. Jam menunjukan sekitar pukul setengan empat, ketika Cecep membuka pintu ruko dan berpamitan pulang. Ia pun langsung mengambil motor dan tancap gas ke Bogor.

Pukul 5 sore, aku mengambil laptop Asus ku yang baru saja aku beli. Aku pun langsung membuka situs yang sedang popular pada tahun 2012 , apalagi kalua bukan facebook. Aku berselancar di situs tersebut dengan asyik.

Setelah sekian lama bermain facebook aku melirik jam yang terletak di dinding di atas pintu ruko. Jam menunjukan pukul 5 lewat. Cuaca di luar pun dipenuhi dengan warna keemasan matahari sore. Aku melanjutkan kegiatan berselancarku di internet.

Setelah beberapa lama, aku menenggok ke arah jam, jam menunjukan hampir pukul 6. Adzan berkumandang, aku menghentikan kegiatanku untuk menunaikan kewajibanku yaitu sholat. Tak membutuhkan waktu lama bagiku untuk menunaikan ibadah , kurang dari sepuluh menit aku sudah kembali duduk di meja dan menghadap ke arah laptop.

Malam mulai datang, langit di luarpun berubah dari warna biru tua menjadi gelap. Aku memutuskan uuntuk menutup pintu ruko. Aku menarik pintu pertama yang terasa agak berat, bunyi yang dihasilkan gesekan pintu yang terbuat dari bahan seperti besi ringan tersebut dengan lantai agak memekakan telinga. Setelah pintu pertama tertutup, aku pun menutup pintu kedua yang bentuknya jauh lebih kecil dari pintu pertama dan menguncinya.

“Krek” bunyi itu menandakan pintu telah terkunci dan aku biarkan kunci tergantung di pintu. Tiba-tiba bunyi sesuatu dating dari laptopku. Aku bergegas menghampiri laptopku dan benar saja, satu notifikasi muncul dari Facebookku. Aku pun kembali disibukan dengan berinternet.

Aku sedang asyik ber Facebook ketika tiba-tiba aku mencium sesuatu mirip seperti terasi busuk yang menyeruak masuk ke lubang hidungku. Aku pun berhenti sejenak dari kesibukanku sambil berpikir jika aku lupa membuang sampah. Akupun beranjak dari tempat dudukku dan memeriksa bagian belakang, tepatnya ruangan dapur dan aku tidak menemukan sampah yang belum terbuang. Aku pun kembali duduk dengan perasaan sedikit bingung.

Bau terasi busuk tidak menghilang setelah beberapa saat. Malahan, baunya semakin menusuk. Perasaan ku mulai tidak enak. Aku pun memutuskan untuk melupakannya dan kembali berselancar. Kurang dari 10 menit tiba-tiba tengkukku terasa berat seperti ada yang menindihnya. Kepalaku pun juga terasa pusing. Aku yang masih dalam posisi mata melihat laptop, tiba tiba saja menangkap bayangan di kursi yang biasanya dipakai oleh siswa untuk duduk berdiskusi dengan pengajar bimbel. Kursi tersebut adalah kursi sofa, dan terletak sejajar dengan pandangan mata, di sebelah rak buku.

Aku melihat samar samar sosok seseorang sedang duduk di sofa tersebut. Tak jelas sosok seperti apa karena tiba-tiba saja aku tak berani melihat ke arah sofa tersebut. Perasaan takut tiba-tiba saja muncul dan perasaan itu cukup membuatku untuk tetep menatap layar laptop.

Aku melirik bagian bawah layar laptop. Waktu menunjukan pukul hampir 10.00 malam. Aku tetap menantap layar laptop dan bayangan itu tetap ada dan tetap duduk diam di tempat duduk tersebut.

Hampir 15 menit aku duduk. Aku tidak tahan untuk tetap diam, duduk, dan menatap layar. Aku pun memberanikan diri untuk melihat ke arah sofa tersebut. Aku beristighfar, dan kemudian aku melihat ke arah sofa.

Dug!!!!!!

Detak jantungku bertambah cepat dan keringat dingin langsung turun deras. Apa yang kulihat benar benar sangat menakutkan. Di ujung ruangan aku melihat sesosok wanita yang duduk menunduk dengan rambut terurai ke depan. Baju wanita tersebut terlihat kumuh berwarna coklat, dan ia duduk diam tak bergerak sedikitpun.

Aku pun langsung menunduk setelah aku mengetahui sosok apa yang duduk di sofa tersebut. Pikiranku kacau balau, aku tak tau mau berbuat apa. Setelah diam beberapa saat, aku pun memutuskan untuk pulang. Pulang berarti aku harus mengambil jaket dan baju-bajuku di ruangan belakang. Dan pergi ke ruangan tersebut aku berarti harus melewati sofa tersebut.

Aku berdiri dengan kaki yang bergetar dengan hebat. Dengan memberanikan diri dan terus beristighfar aku berjalan melewati sofa tersebut. Semakin mendekati sofa tersebut, bau terasi busuk semakin tajam. Aku melewati depan sofa tersebut, aku sudah siap apabila sosok tersebut tiba-tiba saja bergerak dan menyerangku. Tapi saat aku melewatinya, sosok tersebut tetap saja diam. Aku pun langsung berjalan secepat mungkin ke arah ruangan belakang dan memasukan baju secepat mungkin.
Selesai memasukan baju, aku memakai jaket dan celana jeans dan langsung ke ruangan depan. Dan ketika aku sampai di ruangan depan, aku melihat sosok tersebut masih saja diam tertunduk dengan posisi yang tidak berubah sedikitpun. Aku langsung saja berjalan menuju meja di mana laptopku tadi terletak. Aku menutup laptop tersebut tanpa mematikannya, dan langsung aku masukan ke dalam tas.

Aku langsung membuka kunci pintu. Terasa susah karena aku harus membuka dengan tangan yang bergetar . Setelah berhasil terbuka, aku langsung membuka pintu selanjutnya tanpa lupa mengunci pintu kedua. Sesaat sebelum pintu pertama aku tutup, Aku sempat melirik ke arah sofa untuk memastikan apa yang sosok tersebut perbuat. Dan saat aku melirik, sosok tersebut tetap saja diam. Aku tidak ingin berlama-lama, akupun langsung mengunci pintu ruko tersebut dan langsung tancap gas ke rumahku di daerah Bogor.

Note: Aku tidak pernah menceritakan apa yang terjadi malam itu, sampai tempat bimbingan belajar tersebut pindah ke bangunan baru.

Sumber : kaskus

Artikel di cari :