Doa menjinakan hewan peliharaan agar nurut

Monday, September 5th 2016. | Doa
Cara membuat hewan patuh

Cara membuat hewan patuh

Amalan doa menjinakan hewan buas – Menjinakkan binatang buas yang sulit ditangkap akan berguna ketika kita sedang mencari mantra agar binatang jinak sehingga tidak mengganggu orang yang melintas atau selalu memberikan keadaan tidak nyaman pada lingkungan. Dalam hal ini selalu ada kesempatan untuk mendapatkan apa yang di inginkan dengan niat yang kuat, misalnya ketika kita sedang ingin menangkap anjing galak.

Sehingga diperlukan keahlian khusus untuk dapat melewati semua cobaan tersebut sehingga banyak orang memilih menggunakan cara cepat misalnya dengan memberikan ramuan tertentu supaya binatang itu lemah dan tidur. Dengan kata lain, memang tidak mudah menangkap apa hidup di alam bebas karena sudah terbiasa hidup bebas maka ketika hendak dipelihara harus memerlukan penanganan khusus misalnya latihan secara rutin sehingga tidak menyulitkan orang yang hendak berurusan dengan hewan tersebut.

Doa menjinakan hewan buas dan liar

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM

“ALLAAHUMMA DZIS SULTHAANIL ‘AZHIM, WA DZIL MANNIL QADIIM, WA DZIL WAJHIL KARIIM, WA WALIY YIL KALIMAATI TAAMMAATI WAD DA’AWAATIL MUSTA JAABAH, ‘AAQILIL HASANI WAL HUSAINI MIN ANFUSIL HAQQI ‘AINIL QUDRATI WAN NAAZHIRIINA WA’AINIL INSI WAL JINN, WA IN YAKAADUL LADZIINA KAFARUU LI YUZLIQUUNAKA BI ABSHAARIHIM LAMMAA SAMI’UDZ DZHIKRA, WAYAQUULUUNA INNAHUU LAMAJNUUN, WA MAA HUWA ILLAA DZIKRUL LIL ‘AALAMIIN. WA MUSTAJAABU LUQMAANIL HAKIIM. WA WARITSU SULAIMAANABNI DAAWUDA ‘ALAIHIMAS SALAAM.

AL-WADUUD (tujuh kali AL WADUUD) …………………….(wahai (sebutkan nama hewannya) jinaklah engkau aku tidak akan menyakitimu aku hanya ingin bersahabat dan berbagi denganmu..jinaklah..jinaklah..jinaklah wahai hewanku atas izin Allah swt)

DZUL’ARSYIL MAJIID. THAWWIL ‘UMRII WA SHAHHIH AJSAADII WAQDHI HAAJATII WAKTSIR AMWAALII WA AULAADII WAJ ALNI HABBIBAN LIN NAASI AJMA’J IN. WA TABBA’ADIL’ADAAWATA KULLA MIMBANII AADAMA ‘ALAIHIS SALAAM. MAN KAANA HAYYAUW WA YAHIQQAL QAULU ‘ALAL KAAFIRIIN. WA QUL JAA AL HAQQU WA ZAHAQAL BAATHIL, INNA BAATHILA KAANA ZAHUUQAA. WA NUNAZZI LU MINAL QUR’AANI MAA HUWA SYIFAAUW WARAHMATUL LIL MUKMINIIN. WA LAA YAZIIDUZH ZHAALIMIINA ILLAA KHASAARAA. SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YASHIFUUN, WA SALAAMUN ‘ALAL MURSALIIN, WAL HAMDU LIL LAAHI RABIIL ‘AALAMIIN”.

Artinya:

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Alwadud (Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih) (tujuh kali Alwadud)………………(wahai (sebutkan nama hewannya) jinaklah engkau aku tidak akan menyakitimu aku hanya ingin bersahabat dan berbagi denganmu..jinaklah..jinaklah..jinaklah wahai hewanku atas izin Allah swt) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup (dihatinya) dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Artikel di cari :