Kisah Nyata Hutan Bali Pada Hari Raya Nyepi

Thursday, January 14th 2016. | Cerita misteri

gambar seram hutan di bali

Apa yang kalian pikirkan setelah mendengar kata “BALI” ?? Mungkin yang bakal langsung terpikir itu tempat wisata, pantai kuta, indah, liburan, banyak bule, dan pokoknya pasti yang enak. Memang sih semua itu benar, tetapi enggak sepenuhnya,
Bali juga sangat kental sekali dengan hal magic, Hantu, dan hal seram lainnya. Dan warga Bali sangat mempercayai hal seperti itu. Ya karena emang itu nyata. Di Bali juga banyak tempat angkernya. Mulai dari rumah, pohon besar, dan banyak lagi. Hal magic seperti ini akan lebih terasa apabila kamu tinggal dipedesaan di Bali.
Kebanyakan desa di Bali masih memiliki sawah, hutan, dan sungai yang jernih. Nah ditempat tempat kayak gitu malah yang menyeramkan. Gak percaya? Belum ngerasain sih. Saya sebagai orang asli Bali yang sudah dari lahir tinggal di Bali, ingin berbagi sedikit cerita seram saya pada waktu saya masih kecil. Cerita yang sampai saat ini nggak bisa saya lupain.
Ini terjadi kurang lebih tujuh tahun yang lalu. Pada waktu itu saya masih kelas enam SD. waktu itu saya masih tinggal dan bersekolah didesa tempat bapak saya lahir. Saya akan ceritakan sedikit tentang desa saya. Desa saya sangat jauh dari kota Denpasar. Ya lebih masuk ke daerah pedalaman. Untuk keluar dari desa tersebut cuma terdapat dua jalan utama yang bisa dilalui mobil dan motor. kedua jalan utama ini terdapat disebelah timur desa dan sebelah selatan desa. Dan diujung kedua jalan tersebut akan melewati jembatan yang dibawahnya ada sungai yang untuk mencapai air tersebut kita harus turun berjalan kaki agak lama, jadi sungai ini agak dalam (bukan dalam airnya, tapi menuju sungainya. Airnya sih dangkal dan jernih) Kesimpulannya Desa saya dikelilingi oleh sungai, kalau mau masuk ya harus melewati jembatan tersebut. FYI: jembatan ini sangat seram apalagi kalo malem. Jalannya yang sepi dan berlekok,
Jadi ceritanya ini pada perayaan hari raya nyepi di Bali. Kalau ada yang belum tau jadi Hari nyepi ini merupakan Hari raya umat Hindu yg jatuh tiap satu tahun sekali sebagai hari pergantian tahun baru caka. Nyepi itu berarti SEPI. Kami sebagai umat Hindu diwajibkan tidak boleh beraktifitas sama sekali pada hari itu. Terdapat empat pantangan yang tidak boleh dilakukan pada hari tersebut yang diantara lain; Tidak boleh menyalakan api (lampu, TV, dan apapun yg mengeluarkan cahaya), tidak boleh bekerja, tidak boleh keluar rumah, dan tidak boleh melakukan hiburan.
Hal ini dilakukan selama satu hari full. Memang sangat banyak hal positif yang terjadi oleh hari raya ini. Tidak adanya polusi, kebisingan, dan tentunya Bali jadi Hemat listrik. Namun terlepas dari itu semua bali otomatis menjadi sepi dan menyeramkan. Bayangin aja tuh pada waktu malam rumah kalian dan sekitarnya gak ada yang bersuara dan nyalain lampu. Apalagi dipedesaan. Yang terdengar hanya suara angin dan suara binatang liar diluar sana. Dan asal kalian tau, pada hari itu para memedi juga dengan leluasa berkeliaran, heeeem bagaimana rupa memedi itu,,,,,,,???

Yah udah, Oke ceritanya sekarang akan saya mulai.
Pada hari itu saya mengalami kejadian menyeramkan. Walaupun saya bercerita diatas soal pantangan yang dilakukan pada hari nyepi. Tapi saya melanggar beberapa. Ya namanya juga anak kecil. Di siang itu tentunya sangat membosankan jika terus dirumah. Seperti tahun sebelumnya, saya sebagai anak yang cukup nakal membuat rencana dengan teman sekolah untuk berpetualang layaknya si bolang.
Jam satu siang saya janji dengan teman bertemu di Pura yang berada didesa saya. Agar tidak ketahuan Pecalang (orang yang bertugas berjaga pada hari nyepi) saya mengambil jalan pintas tidak melewati jalan raya. Dengan melewati kebon blakang rumah saya yang bisa nembus ke pura tersebut. Ntah kenapa lewat kebon di hari itu jadi berasa sangat menyeramkan karena terlalu sepi. Sampainya dipura. saya bertemu teman yang sudah lama menunggu.
Kami berencana akan pergi mandi ke sungai untuk bersenang. Untuk menuju sungai tersebut dibutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki. Perlu melewati hutan dan semak. Saya dengan tiga teman saya lalu mulai berpetualang. kami memasuki hutan. Disaat itu perasaan biasa saja karena adanya teman yang diajak ngobrol dan bercanda.
Lagi asiknya ngobrol sambil berjalan pelan salah satu teman saya lalu berteriak “Hey lihat ada pohon rambutan yang lagi berbuah!!!” sebenernya sih pakai bhs bali. jadi ditranslate aja biar ngerti hehe. Dengan cepat teman saya lalu menghampiri pohon rambutan besar itu dan memanjatnya. kami bertiga yang lainnya menunggu dibawah untuk menangkap rambutan yang dijatuhkan. Saking fokusnya kami dengan rambutan tersebut, tiba tiba langsung terdengar suara benda jatuh yang sangat keras. ” Geeebraaakkkkkkk” Secara spontan kami semua langsung kaget. Suara yang keras. Sekilas mirip suara bom, mirip juga suara duren jatuh tapi ini sangat keras jadi gak mungkin duren. dan jg terasa sedikit gempa. Anehnya suara tersebut terdengar seperti dari segala arah. Jadi kami semua bingung asalnya dari mana karena setelah itu tidak ada suara lagi.
Perasaan takut mulai menghampiri kami . Kami tersentak langsung menjadi kaku dan terdiam sesaat. Salah satu teman saya lalu memecahkan kebisuan “eh pulang aja yuk, ada yang nggak beres disini!!” Padahal kami sudah setengah jalan. Masak sih balik lagi.  Lalu karena semuanya juga pada takut kami memutuskan untuk kembali saja.
Diperjalanan dengan langkah kaki yang lebih cepat kami hanya berdiam, sepertinya semua pada ketakutan. Kami selalu menoleh kekanan dan kekiri. kewaspadaan kami jadi meningkat. Saya pribadi juga sangat takut, jantung berdetak lebih cepat. Saya berharap cepat sampai rumah. Diperjalanan pulang suara aneh muncul kembali. Kali ini suara orang seperti berbisik “Hrrraaaggggggggggg…” Semua kaget lagi. Sampai salah seorang teman saya langsung mulai menangis ketakutan. Lalu saya bilang “yaudah cepet dikit jalan jangan stop lagi!!” Baru beberapa langkah berjalan teman saya berteriak “Hey liat syapa tu dibalik pohon bambu!!!!!” Smua spontan menoleh kearah yang ditunjukknya.
Kami melihat,,,,, sesosok wanita Tua menghadap samping, rambutnya putih agak keriting, memakai kebaya, Belum sempet liat mukanya, dan tanpa pikir panjang, semua langsung lari, saya udah gak mikirin siapa siapa lagi. Saya lari secepatnya sambil dalam hati berdoa agar bisa kembali kerumah.Saya keluar dari hutan itu, namun ketakutan belum berakhir.
Saya masih harus melewati kebon sepi itu lagi. Kami semua sudah berpencar, saya nggak tau yang lain pada kemana. Dikebon itu untung saja saya tidak mengalami hal seram lagi. Saya sampai rumah dengan selamat. Namun saya takut kalau hal gaib masih berada didekat saya. Jadi saya menuju kamar. Lalu memakai selimut dan saya berdoa trus sampai ketiduran.
Emang sih didesa saya hal2 seperti itu sudah byasa terjadi. Setelah sore saya bangun, dan ketakutan saya mulai menghilang, dan saya menceritakan hal ini kepada bibik saya. Malah bibik saya jawabnya dengan santai. Bibik saya bilang sudah sering liat sewaktu beliau kecil. Beliau menasehati saya agar tidak berbuat nakal di manapun kita berada.
Kata beliau makhluk itu tidak akan menggagu jika mereka tidak merasa terusik. sejak dari sana saya mulai takut kalau harus pergi ketempat yang melewati pohon pohonan.

Naaah Itu tadi sedikit pengalaman saya tentang kejadian seram , Terima Kasih.

Artikel di cari :