Kisah nyata ilmu hitam hantu kuyang di kalimantan

Friday, April 22nd 2016. | Cerita misteri
Foto hantu kuyang asli

Foto hantu kuyang asli

Asal usul hantu kuyang – Fenomena hantu Kuyang memiliki asal-usul cerita yang luar biasa. Memang, tidak hanya hantu ini saja yang ada di Indonesia. Umumnya masyarakat Indonesia mengenal beberapa jenis hantu seperti pocong, genderuwo, kuntilanak, gundul pringis dan lain sebagainya yang turut menghiasi layar kaca perfilman Indonesia. Namun uniknya, fenomena hantu Kuyang ini tidak ditemukan pada daerah lain selain pulau Kalimantan. Meski dari beberapa cerita yang beredar, ada beberapa daerah di pulau lain di Indonesia memiliki jenis hantu yang sama namun dengan nama dan filosofi serta asal-usul yang berbeda. Tapi umumnya, masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan mengetahui istilah hantu Kuyang hanya hidup dan terlihat di pulau Kalimantan.

Konon, legenda hantu Kuyang berawal dari ilmu hitam yang bersumber pada minyak Kawiyang. Dari asal kata inilah akhirnya, istilah hantu Kuyang lahir. Minyak Kuyang atau Kawiyang merupakan salah satu bentuk pesugihan ilmu hitam di Kalimantan yang mengiringi sejarah panjang peradaban suku-suku di tanah Borneo.

Sebab perannya yang besar dalam kelancaran misi ilmu hitam, maka minyak ini hanya beredar di kalangan tertentu saja. Minyak ini termasuk ke dalam benda langka. Indikasi para pencari minyak Kawiyang, selain digunakan untuk pesugihan, diyakini juga mampu menjadikan pemakainya awet muda, mendatangkan uang dengan instan dan berbagai khasiat lainnya. Dengan berbagai kegunaan inilah, banyak orang menginginkan minyak tersebut. Namun, asal muasal hantu Kuyang tidak sesederhana dari munculnya pembuatan minyak Kawiyang saja.

Sebuah cerita yang diyakini masyarakat pulau Kalimantan pernah melatarbelakangi asal-usul minyak Kawiyang. Dikisahkan pada zaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan empat orang saudaranya yang bernama Camariah, Dandaniah, Tambuniah dan Uraniah. Meski mereka cantik, kehidupan rumah tangga mereka tidak pernah langgeng. Hingga suatu hari, ketika mereka hendak meninggal dunia, kesembilan puluh sembilan lelaki yang pernah menjadi suami mereka datang sebab rasa sesal telah bercerai dan meninggalkan mereka. Uniknya, ketika suasana sedih itu berlangsung, terdengar suara gaib yang mengatakan bahwa para perempuan yang hendak meninggal itu memiliki sebuah guci kecil berisi minyak. Kemudian selanjutnya diketahui bahwa minyak tersebut dapat dibagikan kepada sembilan puluh sembilan lelaki dan ternyata juga memiliki khasiat.

Minyak dalam guci kecil tersebut kemudian dibawa pulang oleh kesembilan puluh sembilan laki-laki dan dinamakan penduduk sebagai Minyak Kawiyang. Belum ada penjelasan  mengenai asal-usul minyak dan penamaannya secara etimologi namun minyak ini diketahui memiliki lima macam warna yang berbeda. Masing-masing warna memiliki khasiat tersendiri. Lima warna itu seakan-akan mencitrakan kelima perempuan yang meninggal termasuk si janda yang tidak diketahui namanya tersebut. Minyak Kawiyang pertama berwarna hitam. Khasiat minyak kawiyang hitam ini diketahui untuk ilmu kebal.

Minyak Kawiyang kedua berwarna merah. Di dalamnya terkandung ilmu yang mampu meringankan tubuh, mampu berlari dengan cepat dan bisa memanggil serta memerintah para jin untuk mengikuti perintah yang diberikan si pemilik minyak merah tersebut. Minyak Kawiyang yang ketiga berwarna hijau. Minyak ini bisa mengirim ilmu santet dan teluh kepada orang lain yang ia kehendaki.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengenal Minyak Kawiyang warna hijau sebagai minyak yang mampu membuat awet muda pemakainya. Cara bekerjanya tentu bersinggungan sekali dengan ilmu hitam. Minyak ini akan dioleskan pada si pemilik pada lehernya sendiri. Kemudian kepalanya akan terlepas dari jasad dan terbang mencari korban untuk dihisap darahnya. Dengan mengisap darah korban, khususnya ibu hamil, janin atau perempuan yang sedang bersalin, dipercaya mampu membuat mereka awet muda dan berumur panjang. Masyarakat kemudian mempelajari ciri-ciri pengguna minyak ini. Mereka yang berubah menjadi Kuyang sebab menggunakan minyak ini, biasanya adalah para perempuan yang jika siang hari mereka berkeliaran, selalu memakai selendang di leher mereka. Hal itu ditujukan agar bekas olesan minyak tidak dapat terlihat oleh orang lain. Fenomena ini kemudian banyak ditemukan di desa-desa daerah Kalimantan Timur.

Minyak Kawiyang keempat berwarna kuning. Dipercaya mampu membuat hati para perempuan bertekuk lutut dan mengikuti arahan si pemilik minyak tersebut. Biasanya, minyak ini akan dioleskan pada dua telapak tangan dan kemudian bersentuhan dengan perempuan yang dimaksud. Terakhir, minyak Kawiyang berwarna putih, dipercaya mampu mendatangkan uang dengan cepat dalam proses gaib. Beberapa kalangan masyarakat Kalimantan yang memiliki minyak ini menggunakannya untuk mengembalikan uang mereka kembali setelah bertransaksi. Mereka akan mengoles minyak ini pada lembaran uang sebelum melakukan transaksi. Setelah proses jual beli sudah terjadi, uang mereka akan kembali lagi kepada mereka secara gaib. Masing-masing minyak Kawiyang ini dijaga oleh ‘jelmaan jin’ janda beserta empat saudara perempuannya yang cantik. Namun, bukan berarti khasiat tersebut tidak membutuhkan pengorbanan. Sebagai bentuk balas jasa dan sesembahan, pemilik minyak-minyak tersebut harus memenuhi beberapa sesaji seperti; darah ayam hitam untuk minyak Kawiyang hitam, air tebu merah dan darah dari jari manis manusia untuk minyak Kawiyang merah dan hijau, serta serbuk emas untuk minyak Kawiyang kuning dan putih. Adapun masyarakat juga meyakini bahwa penempatan minyak Kawiyang tidak sembarangan. Mereka menggunakan sebuah guci kecil bernama Cupu yang sudah berusia puluhan tahun, atau sesuai istilah mereka ‘retak seribu’. Minyak ini juga tidak boleh diletakkan dekat dengan kaca atau cermin, serta harus berada dalam tempat berlubang besar yang terbuka.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap ilmu hitam pasti memiliki kekurangan masing-masing. Adapun dengan Kuyang, masyarakat tahu benar bahwa aroma bawang merah dan bawang putih mampu mengusir mereka. Maka, jika ada orang yang dicurigai memiliki ilmu Kuyang ini, masyarakat yang sadar akan mengupas kulit bawang sebanyak-banyaknya dan membakar semua kulit itu.

Pengalaman horror hantu kuyang kalimantan

Kisah pertama dipublikasikan oleh Hermawan. Saat itu Hermawan yang akrab dipanggil Kim baru pertama kali menjejakkan kaki di tanah Samarinda. Ia tinggal di sebuah rumah yang cukup besar untuk ditinggali sendiri. Di rumah itulah ia mendapatkan beberapa gangguan dari makhluk astral yang ada. Gangguan tersebut ia paparkan sebagai berikut:
“Gua liat ada sesosok perempuan terlihat dari jendela dapur belakang, padahal rumah gua kosong, trus kadang kalo gua tidur dilantai 2 suka ada suara anak anak bermain Congklak. Malah gua pernah di gangguin, jadi saat lagi tidur tiba” ranjang yg gua tidurin seperti di geser geser dan selimut gua di tarik. Mulai ga tahan sama gangguan itu, gua terus bertanya sama tetangga sekitar, dan cukup menghebohkan ternyata dulu rumah yg gua tempatin pernah ditinggalin keluarga yg mengikuti pesugihan. Lalu gua coba untuk mulai membacakan kitab suci untuk menetralkan rumah gua. Yg ada gangguan makin parah dan tetangga sebelah bilang klo makin rajin gua berdoa mereka malah akan merasa seperti di usir…”
(Saya melihat ada sesosok perempuan terlihat dari jendela dapur belakang, padahal rumah saya kosong. Terus kadang kalau saya tidur di lantai dua, suka ada suara anak-anak bermain congklak. Malah, saya pernah diganggu. Saat sedang tidur, tiba-tiba ranjang tempat saya tidur seperti digeser-geser dan selimut saya ditarik. Mulai tidak tahan dengan gangguan itu, saya terus bertanya dengan tetangga sekitar. Cukup menghebohkan karena ternyata dulu rumah yang saya tempati ini pernah ditinggali oleh keluarga yang mengikuti pesugihan. Lalu saya mencoba untuk membacakan kitab suci untuk menetralkan rumah saya. Yang ada, gangguan makin parah dan tetangga sebelah bilang kalau makin rajin saya berdoa, mereka malah akan merasa seperti diusir). Ia pun menceritakan pertemuannya melihat sosok Kuyang yang ada di dalam rumah barunya tersebut sebagai berikut:

“…gua terus berdoa dan menyetel lagu” keagamaan, tp pas gua pertama kali nyalain lagu rohani tiba” badan gua seperti ada yg mendorong, pada saat itu juga rumah gua mati lampu. Sumpah badan gua seperti di pukulin dan rasanya sakit dan panas, tapi pandangan gua terbelak saat ada sesosok mahluk Besar yg Cuma berupa Muka yg sangat seram, rusak, mata merah dan cuma ada organ tubuhnya saja. Dia terlihat marah sama gua, gua cuma bisa diem dan berdoa dalam hati, akhirnya tetangga gua mengetuk pintu dan mendobrak masuk, seketika itu juga mahluk itu hilang dan gua bisa bergerak leluasa lagi…”
(Saya terus berdoa dan menyetel lagu-lagu keagamaan, tapi ketika saya pertama kali menyalakan lagu rohani tiba-tiba badan saya seperti ada yang mendorong. Pada saat itu juga, rumah saya mati lampu. Sumpah, badan saya seperti dipukulin dan rasanya sakit dan panas. Tapi pandangan saya terbelalak saat ada sesosok makhluk besar yang cuma berupa muka sangat seram, rusak, mata merah dan cuma ada organ tubuhnya saja. Dia terlihat marah saya saya, saya cuma bisa diam dan berdoa dalam hati. Akhirnya tetangga saya mengetuk pintu dan mendobrak masuk. Seketika itu juga makhluk itu hilang dan saya bisa bergerak leluasa lagi).

Hermawan mengira penampakan hantu itu adalah Leak. Namun akhirnya ia mengetahui dari tetangga bahwa ternyata itu adalah Kuyang. Jelmaan dari pesugihan pemilik rumah sebelumnya.

Kisah kedua dipublikasikan oleh Bangkeek. Pria ini mengalami pertemuan ‘manis’-nya dengan Kuyang ketika duduk di bangku sekolah dasar kelas enam. Ia menceritakan pengalaman menyeramkannya itu sebagai berikut: “…Tapi tiba – tiba perasaan gue mulai gak enak, gue berasa ada yang ngeliatin. Sedikit demi sedikit gue percepat langkah kaki, tapi perasaan gak enak tadi tetap ada. Satu persatu kuburan yang tersusun rapi itu gue lewatin, perasaan gue semakin gak enak. Kali ini rasanya seluruh penghuni kuburan memperhatikan gue. “Braaaaaaaaaak!” tiba – tiba sebuah dahan pohon yang cukup besar jatuh di depan gue. Karena kaget dan di tambah kejanggalan yang dari tadi sudah gue rasakan. Langsung saja gue lari, belum sempat jauh gue lari tiba-tiba muncul sebuah kepala terbang di samping gue. “Astagfirullah!” ucap gue, makin kencang gue lari, makin kencang juga kepala tersebut memngikuti. Pintu pagar rumah nenek yang sudah terlihat dekat tak kunjung bisa gue deketin. Entah kenapa, jalan kerumah nenek berasa panjang dan kuburan di situ berasa semakin banyak. Gue tambah panik! Bingung! Takut! Ya Tuhan enyahkanlah makhluk sialan ini!. Kepala itu masih saja mengikuti gue, mukanya tanpa ekspresi. Rambutnya panjang, entahlah itu sosok laki-laki atau perempuan. Yang pasti wujudnya sangat mengerikan.”
(Tapi tiba-tiba perasaan saya mulai tidak enak. Saya merasa ada yang melihat. Sedikit demi sedikit saya percepat langkah kaki, tapi perasaan tidak enak tadi tetap ada. Satu persatu kuburan yang tersusun rapi itu saya lewati. Perasaan saya semakin tidak enak. Kali ini rasanya seluruh penghuni kuburan memperhatikan saya. Braaaaak! Tiba-tiba sebuah dahan pohon yang cukup besar jatuh di depan saya. Karena kaget dan ditambah kejanggalan yang dari tadi sudah saya rasakan. Langsung saja saya lari. Belum sempat jauh saya lari tiba-tiba muncul sebuah kepala terbang di samping saya. ‘Astaghfirullah!’ ucap saya. Makin kencang saya lari, makin kencang juga kepala tersebut mengikuti. Pintu pagar rumah nenek yang sudah terlihat dekat tak kunjung bisa saya dekati. Entah kenapa, jalan ke rumah nenek terasa panjang dan kuburan di situ terasa semakin banyak. Saya tambah panik! Bingung! Takut! Ya Tuhan enyahkanlah makhluk sialan ini! Kepala itu masih saja mengikuti saya. Mukanya tanpa ekspresi. Rambutnya panjang, entahlah itu sosok laki-laki atau perempuan, yang pasti wujudnya sangat mengerikan).

Kisah ketiga yang dilansir dari facebook dipublikasikan oleh Dhani. Merupakan pengalaman seorang perempuan yang sedang berjuang melakukan persalinannya dan berusaha menghindari Kuyang.
“Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu. Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu ngotot mau masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi. Akhirnya, tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21, saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah”pertarungan” kami mempertahankan bayi dari incaran kuyang.”
(Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran Kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu. Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu bersikeras ingin masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi. Akhirnya tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21 saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah ‘pertarungan’ kami mempertahankan bayi dari incaran Kuyang).

Bahkan berdasarkan cerita Dhani, sosok Kuyang juga memiliki kekuatan lain. Ibu hamil yang bertatapan mata dengannya bisa mendapatkan kesulitan dalam proses bersalin.  Hal ini dijelaskannya sebagai berikut:
“Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak, sempat bertemu dan bertatap mata dengan kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas!”
(Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan Kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak sempat bertemu dan bertatap mata dengan Kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas!).

Terakhir, kisah yang penulis dapat dari wawancara singkat tertutup dengan narasumber. Menurutnya, ilmu hitam untuk menjelma sebagai Kuyang bisa diturunkan kepada generasi Hantu Kuyang selanjutnya; anak-anak perempuan mereka. Pendek kata sebagai tumbal, agar jelmaan Hantu Kuyang ini bisa meninggal dunia. Ironisnya, penurunan ilmu hitam ini terkadang tidak diketahui oleh yang menjadi tumbal. Suatu saat ia akan merasa haus sekali namun rasa hausnya tak kunjung berakhir hingga ia meminum darah perempuan hamil yang sedang bersalin atau menghisap darah janin bayi. Narasumber mengatakan bahwa kini jelmaan Hantu Kuyang tak mesti harus berasal dari kalangan pedalaman hutan Kalimantan. Saat ini bisa berupa mereka, orang-orang di sekitar masyarakat umum, berprofesi sebagai apapun, berinteraksi dan berkehidupan normal sebagaimana biasanya. Adapun fenomena Hantu Kuyang secara nyata masih bisa terlihat di daerah Melak Kutai (nama kampung), di Kutai Barat Kalimantan Timur.

Artikel di cari :