Misteri di balik permainan memanggil arwah jelangkung

Sunday, April 24th 2016. | Mitos
Gambar boneka jelangkung

Gambar boneka jelangkung

Sejarah permaian jelangkung – Jelangkung adalah permainan tradisional memanggil arwah atau roh masuk ke dalam media tertentu (boneka batok kelapa, boneka yang diberi pakaian dan spidol, media berupa batang pisang, jangka, koin dan sebagainya). Ada mantra pemanggil jelangkung yang harus diucapkan. Jika mantra ini berhasil, maka boneka batok kelapa atau media apapun akan bergerak dengan sendirinya.

Untuk permainannya sendiri merupakan dengan melakukan sekian banyak ritual lebih-lebih dulu, seterusnya jika kalau jelangkung tersebut bergerak – gerak sendiri, sehingga jelangkung tersebut telah dimasuki oleh jin atau makhluk halus yang lain. Permainan jelangkung ini pula telah tidak jarang dilakukan olehsebahagian warga, lebihnya lagi anak-anak belia yang benar-benar penasaran dan mau membuktikan apakan benar – benar jelangkung tersebut mampu dimasuki oleh makhluk halus. Rata-rata diwaktu telah bergerak, jelangkung tersebut mampu menuliskan sekian banyak tulisan diatas kertas.

Asal usul jelangkung

Jelangkung sendiri dasarnya berasal dari kata “jailangkung” yang diduga berhubungan bersama kepercayaan tradisional yang ada di Tionghoa yang mana telah punah. Ritual ini sendiri ialah adanya kemampuan dewa “moyang” dan pun“Poyang” yang mana layaknya nenek miyang/dewa keranjang yang selalu dinamakan Cay. Lembaga Administrasi Negara Gong dan Cay Lembaga Administrasi Negara Tse yang diakui akan jadi dewa pelindung untuk anak – anak. Permainan tersebut sering kali dilakukan oleh anak remaja terhadap waktu diadakannya festival rembulan. Di dalam ritual tersebut. dewa “moyang” dan pula “Poyang” tersebut dipanggil biar nantinya akan masuk ke dalam boneka keranjang yang mana tangannya akan digerakkan juga kepada ujung tangan tersebut dikaitkan dengan satu buah media catat dan dikalungi kunci. Sembari menyalakan dupa dan melakukan ritual, nantinya bila boneka tersebut telah makin berat dan bergerak, sehingga diakui telah dirasuki oleh dewa tersebut. Sesudah itu anak – anak remaja akan menanyakan apapun dan nantinya boneka tersebut dapat menjawabnya lewat papan yang telah ada di depan boneka tersebut dengan menuliskannya.

Ritual Cay Lembaga Administrasi Negara Gong di Tiongkok sendiri memang lah telah punah, tetapi ritual ini namanya diduga diserap oleh Indonesia jadi jailangkung. Yang jadi perbedaannya sendiri ialah jailangkung memakai tempurung kelapa juga sebagai kepala boneka tersebut, setelah itu untuk ritualnya memakai sesajen berupa kemenyan pun bunga – bunga yang biasa untuk kuburan.
Seterusnya untuk memanggil arwahnya sendiri terus memakai mantra tapi dalam wujud bahasa Indonesia kurang lebihnya seperti “ jelangkung, jelangset, di sini ada pesta, pestanya kecil – kecilan, datang tidak diundang, pulang tidak diantar “ dan mantra pemanggil jelangkung tersebut diucapkan berkali – kali s/d makhluk halus memasuki boneka jelangkung tersebut.

Seperti halnya di budaya Tiongkok, maksud dari cara permainan jelangkung ini untuk menanyakan sekian banyak pertanyaan yang nantinya yang dapat dijawab oleh jelangkung itu sendiri. Misalnya saja seperti nama makhluk yang isi jelangkung tersebut, selanjutnya nomor keberuntungan judi, peruntungan waktu yang akan datang dan lainnya. Pada dasarnya, asal usul jelangkung yang merupakan permainan bernuansa gaib tersebut berasal dari Tionghoa yang mana telah punah dan diserap oleh Indonesia.

Permainan jelangkung ini benar-benar adalah satu permainan untuk memanggil makhluk halus. Ritual untuk memanggil juga untuk berkomunikasi dengan makhluk yang telah merasuki boneka jelangkung ini.

Awalnya permainan itu hanyalah dianggap permainan saja, tapi sudah berkembang dan menimbulkan mitos – mitos makhluk halus yang merasuki boneka jelangkung tersebut serta dapat merasuki orang yang memainkan permainan jelangkung tersebut yang merupakan imbasnya, diluar itu ada mitos permainan jelangkung yang menyatakan jika permainan ini tak diakhiri dengan berpamitan dan melepaskan makhluk tersebut dari boneka jelangkung, sehingga nantinya makhluk tersebut dapat marah dan bisa juga jadi suatu masalah bagi orang yang memanggilnya.

Tetapi kebenarannya memang lah tetap belum sanggup dijamin, jikalau benar-benar mau mengetahui apakah permainan tersebut benar-benar sanggup memanggil makhluk halus dan juga dapat berkomunikasi lewat boneka jelangkung tersebut, sehingga dapat anda dibuktikan sendiri.

Namun jangan pernah mau memainkan permainan jelangkung ini sendirian atau bersama teman anda yang masih lemah dalam menghadapi jelangkung, karena akibat permainan jelangkung serta resiko yang ditimbulkan akan dapat membuat si pemanggil kerasukan roh halus dan bahkan dibawa sang jelangkung ke gunung merapi untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya tersebut.

Mantra memanggil jelangkung

Sluku-sluku bathok,
bathok’e ela-elo
Si romo menyang solo,
oleh-oleh’e payung muntho
Mak jenthit lo-lo lobah,
wong mati ora obah
Yen obah medheni bocah …..
Jaelangkung jaelangkung disini ada pesta,
pesta kecil-kecilan datang tak di jemput, pylang tak di antar.

Di ucapkan berkali-kali.

Syarat:

  • Buat media untuk Jelangkung (boneka, jangkar, kayu bunga peniti+rambut, atau sekedar kertas dg huruf dan angka yang lengkap-terserah)
  • Sesaji bunga tujuh rupa, sirih, dan tembakau, ditaruh di salah satu pinggir sungai.(taruh diatas daun pisang atau piring lempung/tanah liat)
  • Ucapkan mantra/lagu diatas sampai datang tanda2-nya, ingat jumlah orang yang ikut dalam permainan harus ganjil.
  • Kalau diperintah untuk meninggalkan Jelangkung, si Roh tidak mau keluar baca mantra Caraka Walik (Hanacaraka lengkap yang dibalik).

Keterangan : Tak henti-hentinya Saya memperingatkan bahwa apa yang anda lakukan semata-mata karena Allah dan mohonlah dengan keridha’an dan perlindunganNYA.

Artikel di cari :