Misteri ritual mesum pesugihan gunung kemukus sragen

Wednesday, May 4th 2016. | Cerita misteri
Foto gunung kemukus

Foto gunung kemukus

Legenda gunung kemukus – Gunung kemukus mungkin adalah salah satu tempat pesugihan yang cukup populer di kalangan paranormal Indonesia. Kepopuleran pesugihan tanpa tumbal ini diraih karena reputasi bejat sebagai tempat pesugihan dengan ritual tergila. Gunung kemukus terletak di kabupaten Sragen Jawa Tengah terkenal sebagai daerah dataran tinggi dengan beberapa buah gunung sebagai pertandanya. Kendati memiliki banyak gunung yang indah, Sragen justru terkenal karena sebuah mitos tempat pesugihan yang cukup dikenal disana.

Ritual pesugihan gunung kemukus

Pesugihan gunung kemukus terkenal karena ia adalah salah satu pesugihan tanpa tumbal yang memang banyak dicari oleh para pemalas yang ingin cepat kaya. Selain itu, ritual yang dilakukan untuk memperoleh pesugihan tersebut cukup sensaional yaitu dengan melakukan pesta hubungan badan dengan pasangan yang tidak dikenalnya. Hubungan badan tersebut dilakukan berturut-turut hingga 7 kali. Dimana hubungan badan tersebut dilakukan di tempat terbuka di salah satu bagian Gunung Kemukus. Ritual hubungan badan ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh kekayaan. Ritual ini wajib dilakukan bagi siapa saja yang memang berniat untuk memuja demi harta. Oleh karena itulah maka banyak penyedia jasa pelayanan plus-plus yang bertebaran di tempat ini. Kebanyakan dari mereka adalah wanita paruh baya yang merelakan sisa hidupnya untuk mencari penghidupan sebagai kupu-kupu malam.

Asal usul pesugihan gunung Kemukus

Mitos yang berkembang di masyarakat sekitar Gunung Kemukus perihal asal-usul pesugihan ini bermula sejak masa kerajaan Majapahit di masa silam. Dikisahkan seorang pangeran yang berasal dari kerajaan Majapahit bernama Pangeran Samudro jatuh cinta pada ibu kandungnya sendiri yang bernama Dewi Ontrowulan. Cinta terlarang ini tentu saja sangat tidak bermoral. Ayah Pangeran Samudro yang juga suami dari Dewi Ontrowulan, yakni Raja Ontrorejo ketika mengetahui hal tersebut sontak langsung mengusir putranya dari istana kerajaan. Pengusiran itu dimaksudkan agar cinta terlarang itu tak terus berlanjut dan agar hal memalukan itu tak diketahui oleh rakyat dan penghuni kerajaan yang lain. Namun, tak disangka setelah kepergian putranya, yakni Pangeran Samudro, Dewi Ontrowulan bukannya tetap berada di kerajaan, justru malah menyusul putranya yang bermukim di sebuah gunung, bernama Gunung Kemukus. Di sana cinta terlarang antara anak dan ibu kandung bertaut. Hubungan badan antara keduanya tak bisa terelakan lagi. Mengetahui hal itu, Raja Ontrorejo tak terima. Ditemani beberapa pasukan bersenjata, Raja Ontrorejo menyusul anak dan istrinya itu ke Gunung Kemukus untuk menghukum keduanya. Sesampainya di sana, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri istri dan anaknya itu tengah melakukan hubungan intim dengan sangat mesra. Sontak sang rajapun geram, diperintahkannya para pasukan untuk menangkap keduanya untuk kemudian dihukum gantung pada saat itu juga. Sebelum dihukum pangeran samudro berikrar dengan kata-kata berikut:

“Ayah, aku tahu perbuatanku ini salah, aku sangat menyadari hal itu. Namun kecintaanku pada ibuku membawa aku pada sebuah rasa yang tak mungkin dapat dihalangi oleh Tuhan sekalipun. Maka sebelum menemui ajalku di tiang gantung ini, dengan ini aku berikrar bahwa bagi siapa saja orang yang meniru perbuatanku (melakukan hubungan badan) di tempat terbuka di wilayah gunung ini, aku akan membantunya dalam hal apapun sehingga keinginannya dapat terkabul”

Sejak saat itulah ikrar ini kemudian dicoba-coba oleh penduduk yang mengetahuinya. Sebagian mereka ingin cepat kaya, sebagian lain ingin terkenal, dan sebagian lain ingin memiliki jabatan. Semuanya secara tak nalar ternyata dapat terkabul dengan mudah. Sedari itulah kemudian banyak orang berbondong-bondong datang ke Gunung Kemukus untuk melakukan ritual pesugihan bejat.

Artikel di cari :