Misteri tersembunyi di balik pendakian gunung everest

Thursday, April 28th 2016. | Cerita misteri
Korban gunung everest

Korban gunung everest

Kisah mistis gunung everest – Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian kurang lebih 8.870 kaki di atas permukaan laut gunung Everest pasti menjadi gunung yang paling ekstrem untuk didaki. Persiapan yang matang dan perencanaan yang dilakukan jauh hari sebelum pendakian harus dilakukan agar rute yang kita tempuh tidak hanya menuju puncak namun juga kembali ke rumah, namun ternyata pendakian gunung Everest adalah kesalahan terbesar bagi setiap pendaki gunung.

Kegilaan dan misteri gunung Everest bahkan sudah menjadi konsumsi publik di mana beberapa film yang mendunia membawakan cerita dari gunung ini. Sebut saja film fenomenal Everest, Vertikal Limit dan juga Everest Disaster yang berhasil mencuri perhatian dunia bahkan bagi mereka yang tidak suka mendaki gunung.

Beberapa orang menduga bahwa cerita tersebut hanya fiktif belaka dan ada unsur dramatisasi dari sang sutradara, namun percaya atau tidak, Gunung Everest memiliki banyak cerita seram di dalamnya. Berikut ini beberapa fakta dan misteri dari gunung Everest yang saya kumpulkan dari berbagai sumber.

Tinggi Puncak Gunung Everest

Pada tahun 1954, ketinggian puncak Everest secara resmi diumumkan berada pada level 29.029 kaki atau sekitar 8.848 meter di atas permukaan air laut, namun pada tahun 2005 ketinggian Everest para peneliti berhasil menentukan ketinggian puncak Everest pada posisi 8855, 43 meter dengan tingkat akurasi pengukuran sekitar 20 cm. Catatan tersebut adalah catatan paling akurat yang ada hingga hari ini, jika terdapat perbedaan ketinggian, makan faktor salju yang menjadi penentu dari ketinggian puncak Everest.

Ketinggian ini adalah standar ketinggian bagia kesalamatan penerbangan pesawat Komersil yang terbang di angka 30.000 kaki. Jika Menara eifel disusun untuk menyamai ketinggian gunung everest makan dibutukan sekitar 27 menara Eifel yang disusun ke atas.

Puncak Dengan Kondisi Temperatur Ekstrem dan Oksigen yang Sangat Tipis

Sebagai manusia dan sebagai pendaki, kita membutuhkan suplai energi. Suplai energi ini berasal dari makanan dan hasil pembakaran yang membutuhkan Oksigen. Kondisi tekanan udara yang berbanding terbalik dengan ketinggian akan mengakibatkan kurangnya udara di puncak Everest, al hasil oksigen sebagai bahan bakar tubuh manusia juga berkurang. Pada ketinggian 25.000 kaki di gunung Everest, titik ini disebut sebagai Zona kematian atau Death Zone. Hal ini disebabkan karena kandungan oksigen yang hanya berisi sekitar 1/3 dari kebutuhan Oksigen tubuh. Hal ini dapat menyebabkan Hipotermia, Fristbite dan beberapap gangguan fungsi organ tubuh manusia.

Sama halnya dengan oksigen, Suhu juga akan menurun seiring dengan bertambahnya ketinggian suatu tempat. Ketinggian everest yang berada sekitar 8.8 km dari permukaan laut sangat dingin. Suhu di Puncak Everest Fluktuatif mulai dari -20ºC sampai dengan -35ºC. Suhu terdingin yang pernah dicatat di puncak Everest sekitar -41ºC yang pernah terjadi pada tahun 2002 dan 2003. Sedangkan suhu terpanas yang pernah tercatat di puncak Everest adalah -16ºC.

Nama puncak Everest berasal dari nama warga Negara Inggris yang sangat terkenal dengan penyelidikan Trigonometri di India. Kolonel Sir George Everest (1806-1843). Everset berhasil menemukan puncak Everset untuk pertama kalinya setelah beberapa kali gagal. Meskipun ia Berhasil menemukan puncak Everset namun, Sir Everest tidak pernah menaklukkan puncak tersebut, namanya diabadikan karena usahanya untuk menemukan puncak gunung Tersebut.

Everest bukanlah satu-satunya nama dari gunung Everest, beberapa nama lokal dari gunung ini juga menjadi nama dari puncak ini misalnya orang Tibet menyebutnya sebagai Chomolungma yang berarti dewi pegunungan. Berbeda dengan Tibet, orang-orang Nepal menyebut puncak Everest dengan nama Sagarmatha yang berarti kening langit.
Biaya Pendakian yang Sangat Mahal.
Selain dari puncak yang sangat Tinggi ternyata biaya pendakian Gunung Everest sangat mahal. Harga tiket masuk yang mahalnya tidak kira-kira ini tidak menjadi penghalang para pendaki untuk naik ke puncak gunung Everest. Untuk mendapatkan tiket masuk anda harus membayar tiket masuk sebesar 11.000 $ Amerika Serikat atau sekitar 150 Juta rupiah. Harga belum selesai, anda harus membayar lagi akomodasi pesawat dari kaki ke camping ground I yakni pesawat, oksigen, makanan dan peralatan mendaki yang kemungkinan mencapai 45.000 $ atau setera dengan 650 juta rupiah.

Banyak Mayat dan Sampah Berserakan

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di Dunia dengan medan yang paling berat yang pernah ada. Kesalahan dalam berencana artinya anda punya rencana untuk menetap selamanya di Everest alias Mati. Medan yang terjal dan salju yang cukup tebal membuat beberapa pendaki harus meregang nyawa di atas gunung Everest.

Tidak ada catatan resmi mengenai jumlah mayat yang ada di Everest, namun di duga lebih dari 200 mayat tergeletak di Everest dibiarkan begitu saja. Mayat-mayat tersebut tergeletak di sepanjang sepanjang jalur pendakian bahkan mayat-mayat tersebut dijadikan penanda jalur menuju puncak. Tidak heran jika gunung di beri nama Kuburan tertinggi.

Kondisi dari mayat juga bervariasi mulai dari utuh bahkan yang tinggal kulit dan tulang. Tidak adanya bakteri pembusuk membuat mayat jadi tidak terurai. Kondisi evakuasi yang susah menjadikan kendala utama dalam mengevakuasi Jenazah. Untuk mengetahui list orang-orang yang mati di Everest silahkan ketik “List of People Who Died Climbing Mount Everests” di google.

Artikel di cari :