Mitos Gunung Ungaran Semarang Jawa Tengah

Wednesday, February 10th 2016. | Mitos

gambar gunung ungaran

Gunung Ungaran adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia tepatnya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan ketinggian 2.050 meter, gunung ini adalah gunung tinggi pertama yang dilihat pengendara dari Semarang ke arah selatan, di sisi kanan (barat). Menurut catatan-catatan sejarah, nama-nama lain gunung ini adalah Karundungan (prasasti Kuti), Karurungan/Karungrangan (Tantu Panggelaran), Karungrungan (Perjalanan Bujangga Manik, Serat Aji Saka, Serat Kanda), Kroenroengan (Domis, 1825), dan Ngroengroengan (Bleeker 1850, Friederich 1870)[2].

Di kaki gunung ini terletak kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang.
Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi tipe strato. Gunung ini memiliki tiga puncak: Gendol, Botak, dan Ungaran. Puncak tertinggi adalah Ungaran.

Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu.

Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus pada zaman kerajaan dahulu, dengan letusan yang amat dahsyat sehingga menghancurkan dua pertiga bagian puncak dari semula sehingga yang dapat dilihat sekarang adalah hanya sepertiga bagian dari gunung Ungaran berapi purba. Diperkirakan, gunung ini sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.

Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Di lerengnya terdapat situs arkeologi berupa Candi Gedongsongo (Bahasa Jawa: gedong = gedung, songo = sembilan). Terdapat pula beberapa air terjun (curug), di antaranya Curug Semirang dan Curug Lawe. Juga terdapat gua, yang terkenal dengan nama Gua Jepang. Gua ini terletak 200 meter sebelum puncak, tepatnya di sekitar perkampungan Promasan (perkampungan para pemetik teh). Di sini terdapat pula reruntuhan bekas pemandian kuna.
Menurut mitos masyarakat setempat, di lereng gunung di antara jajaran candi ini terdapat kawah berbau belerang yang merupakan makam Dasamuka. Konon Dasamuka yang suka mabuk dikubur di kawah ini oleh Hanoman. Hanoman sendiri kemudian berdiam di Gunung Telomoyo mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit. Dasamuka bisa bangkit jika ia mencium bau minuman keras, hingga masyarakat setempat (dulu) tidak berani minum minuman keras di areal Candi Gedong Songo.

Kejadian lain, 84 Pendaki Gunung Ungaran Tersesat menurut keterangan sang supranatural setempat, ‘Digiring’ Aura Mistis Bukit Gentong,
Tersesatnya 84 rombongan siswa-siswi dari SMA Islam Ibnu Habas Klaten, di sekitar Bukit Gentong, Gunung Ungaran Minggu (29/3) kemarin, diduga kuat disebabkan oleh pemandu yang tidak sepenuhnya menguasai medan.

gambar pendaki tersesat

Meski begitu, menurut warga Medini yang ikut mengevakuasi rombongan yang didominasi wanita itu, meyakini insiden tersesatnya siswa-siswi tersebut tak lepas dari aura mistis yang ada di Bukit Gentong.

“Mereka itu berangkat bukan dari pos Mawar atau Medini. Mereka ambil jalur tengah dari Desa Kalisidi. Mereka justru memasuki jalur ke Bukit Gentong, di sana memang terkenal angker dan suka nylimurke atau membuat bingung para pendaki,” kata Wijayanto, salah satu anggota tim pencari yang dibentuk oleh warga.
Benar saja, lanjut Wijayanto, jika pemandu tidak begitu menguasai medan, rombongan pasti akan tersesat dan tidak tahu arah. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh dua jam perjalanan justru hanya berputar-putar selama delapan jam. “Untung bisa ditemukan, soalnya mereka tidak membawa perbekalan dan alat perkemahan,” imbuh dia.
Hal senada juga diungkapkan, warga lain, Bahri. Menurutnya keangkeran Bukit Gentong memang sudah dikenal oleh para pendaki yang akan menaklukkan Gunung Ungaran.

“Sangat wingit. Gosipnya anak Unnes (Yas) kemarin yang meninggal namun tubuhnya digerakan makhluk lain juga kerasukannya di sekitar Bukit Gentong,” tandasnya.

Artikel di cari :