Mitos larangan memakai baju warna hijau di pantai selatan

Tuesday, April 26th 2016. | Mitos
Foto ratu pantai selatan

Foto ratu pantai selatan

Pantangan memakai baju warna hijau di parangtritis – Masyarakat sekitar pelabuhan ratu percaya bahwa hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul. Soalnya, dia selalu memakai pakaian berwarna hijau. Bila ada pengunjung pantai selatan yang juga memakai pakaian hijau, Nyi Roro Kidul akan menyeret rohnya untuk dijadikan abdi. Jadi mitos yang tersebar luas adalah adanya larangan memakai pakaian berwarna hijau jika berkunjung ke Pantai Selatan. Penjelasan Ilmiah :

Sebenarnya ada 2 penjelasan berkaitan dengan warna hijau :

  • Warna hijau identik dengan warna keraton
    Warna ini adalah warna yang kerap dipakai oleh keraton-keraton di Jawa. Secara logis karena mitos-mitos ini berkembang dari lingkungan keraton terutama keraton di Selatan Jawa ( Yogya dan Solo) maka sosok Nyi Roro Kidul divisualisasikan sebagai peri cantik dengan kebaya dan selendang hijaunya. Kemudian muncul kepercayaan bahwa penguasa Pantai Selatan mengambil pengunjung pantai yang berpakaian hijau sebagai prajuritnya. Padahal sebenarnya tidak ada hubungannya secara ilmiah antara laut selatan  dengan pakaian hijau ini.
  • Alasan keamanan.
    Ketika kita berenang dan terseret ombak memakai baju hijau akan mempersulit tim SAR untuk menemukan kita. Hal ini juga terjadi di semua pantai. Sebab, air laut yang biru akan berubah warna jadi hijau juka kedalamannya bertambah, Korban tenggelam pun akan terkamuflase dengan warna air laut. Jadi, lebih baik menggunakan pakaian berwarna terang, misalnya oranye.

Ombak besar saat bulan purnama

Mitos :

Saat bulan purnama, ombak di pantai semakin besar. Penduduk tidak diperbolehlan berada di sekitarnya. Tandanya, sang ratu penguasa Pantai Selatan akan keluar dan menampakan diri. Dia tidak ingin wujudnnya terlihat oleh manusia. Maka, diutuslah para pengawal sang ratu untuk membuat hantaman badai lebih besar daripada siang. Pertanda supaya manusia secepatnya meninggalkan tempat tersebut.

Penjelasan Ilmiah :

Fenomena itu bisa dijelaskan dengan teori pasang surut air laut. gaya gravitasi bulan menarik air laut kearah bulan sehingga mempengaruhi ketinggian ombak dari permukaan laut. Ketika bulan purnama, posisi bulan dan matahari berada pada satu garis lurus. Pengaruh gaya tarik yang dihasilkan lebih kuat dari biasanya. Pada saat itulah akan terjadi air pasang yang sangat tinggi.

Jasad yang tidak ditemukan

Mitos

Banyak kabar beredar, ketika ada korbam  yang tenggelam ada dua kondisi :  a) Seringkali ditemukan dalam keadaan tak bernyawa  b) Beberapa kasus jasadnya tidak pernah muncul kembali di permukaan. c) sedikit di antara mereka yang bajunya bisa kembali mengapung di pantai, sedangakan tubuhnya hilang. Katanya, jasadnya telah diambil oleh Nyi Roro Kidul. Dia marah dan menjadikan korban sebagai tumbal.

Penjelasan Ilmiah :

Pantai landai berpasir

Bila disimak, kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa lebih banyak terjadi di pantai landai berpasir dibandingkan dengan pantai terjal berbatu. Ini dapat dipahami mengingat wisatawan yang berenang umumnya terkonsentrasi di kawasan pantai landai berpasir. Sedangkan mereka yang berkunjung di pantai terjal berbatu biasanya tidak berani berenang, hanya bersantai ria sambil menikmati panorama pantai dari ketinggian.

Secara rekonstruktif diperkirakan, peristiwa terseretnya korban yang sedang berenang, diawali dengan hempasan dan gulungan ombak cukup kuat sehingga arus putar (turbulence current) pecahan ombak membuat korban terpental ke dasar laut. Di pantai selatan Pulau Jawa, kombinasi antara gelombang pasang surut dan angin lokal yang bertiup kencang, khususnya saat musim Barat, akan menimbulkan ombak besar. Di tempat-tempat tertentu, penggabungan (interference) antara gelombang swell dengan gelombang angin lokal – misalnya di Cimaja, Pelabuhanratu, atau di Karangbolong, Surade – dapat terbentuk ombak setinggi 2 – 3 m. Interaksi antara ketiga jenis gelombang (swell, gelombang angin lokal, dan tsunami) itu diyakini dapat menghasilkan gelombang dahsyat yang tiba-tiba datang menyapu pantai.

Hantaman ombak menyebabkan kepanikan sehingga koordinasi gerak tubuh menjadi kacau. Benturan kepala dengan benda keras pun dapat terjadi. Akibatnya, korban tak sadarkan diri. Pada saat bersamaan arus balik (rip current) langsung menyeret korban melalui jaringan parit dasar laut.

Arus balik (rip current) menuju laut sering muncul di teluk akibat arus sejajar pantai yang berlawanan. Kekuatan arus balik ini akan bertambah bila dasar laut memiliki jaringan parit dasar laut (runnel atau trough). Jaringan parit merupakan saluran tempat kembalinya sejumlah besar volume air yang terakumulasi di pantai, khususnya di zone paparan dan zone pasang surut (swash) ke laut.Arus balik tidak bergerak di permukaan karena pergerakannya terhalang hempasan ombak yang datang terus-menerus. Selain memiliki daya seret kuat, arah gerakannya pun bersifat menyusur dasar laut menuju tempat yang lebih dalam.

Dalam waktu relatif singkat ia akan kehilangan kesadaran karena terjadi perubahan tekanan air laut secara tiba-tiba. Korban dengan cepat kehilangan panas tubuh (hipotermia), dan akhirnya tewas.

Terjepit Batu Karang

Bila di lokasi pantai landai berpasir banyak terumbu karang yang telah mati atau batuan keras menjorok ke laut – seperti di Karanghawu, Cisolok – potensi jatuh korban jiwa akan bertambah, karena jaringan parit dasar laut dapat terbentuk di celah-celah karang. Pada beberapa kasus, korban terseret arus balik kemudian terjepit di antara celah-celah karang. Tubuh korban pun tidak muncul kembali ke permukaan.

Baju ditemukan tetapi jasadnya tidak

Secara logis, pada saat tubuh terseret arus balik dan di dasar laut terbolak-balikkan arus dasar laut. Dalam keadaan tersebut tubuh tersangkut batuan karang. Kemudian baju kemungkinan dapat terlepas dengan sendirinyai untuk kemudian mengambang di permukaan laut sementara jasadnya tersangkut di bawah.

Tempat-tempat tertentu untuk masuk ke istana dan bertemu dengan sang Ratu Kidul

Mitos :

Pada beberapa tempat seperti pantai Banyuwangi, Pantai Paranggupito, Keraton Surakarta, Pantai Parangtritis & Parangkesumo, dan Pantai Pelabuhan Ratu merupakan tempat yang disakralkan dan orang-orang mengatakan bahwa tempat tersebut merupakan pintu gerbang masuk ke kerajaan Pantai Selatan. Di tempat tersebut kerap diadakan sedekah laut dan pelepasan sesajian  Bahkan di tempat yang penuh keramaian aktivitas manusia masih ada yang percaya tempat tersebut sebagai tempat yang katanya dapat bertemu dengan sang Kanjeng Ratu Kidul. Tempat tersebut yaitu Hotel Inna Beach kamar 308 Pelabuhan Ratu dan Vihara Kalyana Mitta, Pekojan, Jakarta Barat. Tempat tersebut digunakan sebagai temapt bersemedi meminta ilmu dari Nyi Roro Kidul. Keduanya tidak pernah sepi dari pengunjung.

Penjelasan Ilmiah :

Secara logika tempat tersebut hanyalah tempat biasa. Pantai tetaplah sebuah pantai dengan pasir dan ombaknya. Hanya saja pada zaman dahulu pihak keraton dengan intrk cerita membesar-besarkan kejadian yang sebetulnya biasa bagi raja tetapi agar pesona raja di mata masyaraknya dipandang sakti mandraguna hingga masyarakatpun begitu menghormatinya dan menganggap tempat tersebut sebagai petilasan yang dapat menularkan kesaktian dan keberkahan. Pada kasus kamar hotel yang dikhususkan sebagai tempat keramat, itu hanyalah cara pemilik hotel untuk membuat hotel tersebut terkenal di seluruh penjuru daerah. Cara tersebut menjadi sangat efektif untuk menarik jumlah pengunjung.

Nyi Roro Kidul marah apabila ada acara tanpa melalui  ijinnya

Mitos :

Supaya Nyi Roro Kidul tidak marah, maka pada saat-saat tertentu perlu diadakan ritual di Pantai Selatan, antara lain ada yang memberikan sesaji berupa binatang, bunga dan lain-lain.

Penjelasan Ilmiah :

Jelas, ini menyalahi logika maupun agama apapun. Acara-acara ritual seperti itu hanya merupakan budaya-budaya simbolis berbasiskan kesalahan berlogika. Tidak masuk akal apabila suatu acara yang diadakan oleh manusia teteapi manusianya sendiri yang harus ijin pada sosok yang tidak jelas keberadaannya.

Bencana gempa dan tsunami yang pernah terjadi di pantai selatan Jawa merupakan bentuk kemarahan Nyi Roro Kidul

Mitos :

Apabila Nyi Roro Kidul marah maka bentuk kemarahannya adalah bencana. Seperti yang terjadi pada tahun 2006 lalu, gempa dan  tsunami tersebut banyak dipercayai masyarakat jawa sebagai bentuk marahnya Kanjeg Ratu Kidul karena ada beberapa permintaan tidak dituruti keraton.

Penjelasan Ilmiah :

Suatu bencana Tsunami murni merupakan sebuah bencana alam yang dapat dijelaskan proses terjadinya dengan ilmu geologi. Bumi terdiri atas lempeng samudra dan lempeng benua. Lempeng tersebut bersifat elastis dan selalu mengalami pergerakan. Bagian selatan Jawa merupakan daerah subduksi atau daerah tumbukan antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia. Saat lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, maka terjadi benturan keras dan menghasilkan gempa yang hebat yang dinamakan gempa tektonik. Sementara itu berjuta-juta meter kubik air ikut masuk. Saat kedua lempeng kembali merapat karena sifatnya elastis, maka air tadi dikeluarkan menjadi tenaga yang sangat hebat. Arus air laut yang keluar tadi menghasilkan gelombang tsunami yang menerjang kawasan pantai dan meratakan daerah yang dilewatinya. Peristiwa tersebut-lah yang pernah terjadi tahun 2006 dengan pusat gempa di Pengandaran.

Terdengar bunyi gamelan

Mitos :

Adanya bunyi gamelan di sepanjang sungai di lereng Merapi saat Gunung Merapi sedang bergejolak dipercaya bahwa Nyi Roro Kidul sedang lewat untuk menuju ke kerajaan Merapi. Hal tersebut sebagai tanda bahwa Pantai Selatan sudah siap menerima hasil pembuangan sisa hajatan di kerajaan Merapi.

Penjelasan Ilmiah :

Bunyi gamelan yang didengar masyarakat  di sepanjang sungai dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada saat tersebut, kemungkinan ada warga yang sedang mengadakan hajatan / mantenan dengan hiburan wayang kulit. Bunyi tersebut terdengar oleh masyarakat di lereng bagian bawah karena bunyi terbawa oleh angin gunung yang berhembus dari puncak ke bagian lereng. Karena morfologi sungai adalah lembah, maka bunyi terbawa angin pada sepanjang sungai.

Nyi Roro Kidul manusia atau makhluk halus

Mitos :

Menurut legenda yang berkembang, Nyi Roro Kidul pada awalnya merupakan manusia yang berwajah buruk dan kemudia menceburkan diri ke laur selatan kemudian menjadi ratu yang cantik

Penjelasan Ilmiah :

Mungkinkah manusia yang meninggal bisa berubah menjadi mahluk halus? Tidak adakarena hakekatnya manusia apabila telah meninggal maka akan menjadi jasad yang tak bernyawa lagi. Ruh nya pun akan kembali kepada sang Pencipta. Manusia yang sudah meninggal ada di dimensi yang berbeda. Tuhan menciptakan manusia dan mahluk halus dan tidak menciptakan manusia yang bisa berubah menjadi mahluk halus. Kalau ada penampakan mirip kedua orang tua kita yang sudah meninggal, maka itu adalah perbuatan mahluk halus yang menyamar sebagai kedua orang tua kita yang sudah meninggal.Sungguh tidak masuk akal kalau manusia yang bunuh diri ke laut kemudian meninggal dan akhirnya tiba-tiba diangkat menjadi ratu dengan paras cantik.

Nyi Roro Kidul menunjuk orang-orang tertentu sebagai titisannya

Mitos :

Beberapa orang dianggap atau menganggap dirinya merupakan titisan dari Nyi Roro Kidul setelah mengalami suatu kejadian mistis tertentu. Bahkan ada yang mengaku ada relasi dengan Nyi Roro Kidul. Dan jangan heran kalau ada yang mengaku sebagai anak angkatnya Nyi Roro Kidul. Orang-orang ini juga mengklaim mempunyai ikatan batin dan mampu merasakan kehadiran Nyi Roro Kidul.

Penjelasan Ilmiah :

Secara psikologis, orang yang sudah begitu mengidolakan orang lain biasanya dapat terbawa pada kondisi alam bawah sadarnya seperti mimpi. Kadang mimpi merupakan refleksi sebuah keinginan seseorang dalam hidup yang kemudian dihadirkan dalam dimensi mimpi. Mereka mengaku mendapat wahyu dalam sebuah mimpi dan bertemu dengannya. Mereka semuanya kan hanya bermodalkan pengalamannya sendiri (hanya berdasar bicara saja) dan tidak pernah mampu membuktikannya secara nyata. Banyak orang yang mengalami ilusi ,delusi maupun halusinasi ataupun sugesti tanpa disadarinya sehingga apa yang tidak terjadi seolah-olah terjadi atau sesuatu yang terjadi dimodifikasi sedemikian rupa sehingga seolah-olah ada.

Pelukis yang memvisualisasikan meninggal

Mitos :

Orang yang melukis sosok Nyi Roro Kidul dimitoskan akan meninggal dunia. Seperti pelukis terkenal Affandi dikabarkan meninggal dunia karena lukisan yang dilukiskan adalah Nyi Roro Kidul.

Penjelasan Ilmiah :

Hidup dan mati manusia hanya Tuhan lah yang menentukan. Bukan makhluk yang berkuasa atas hidup dan mati makhluk yang lain. Banyak orang menduga para pelukis yang pernah memvisualisasikan sosok Nyi Roro Kidul mendapat dalam waktu tertentu akan mendapat kutukan kematian. Namun hal itu tidak logis karena apa kaitannya antara pelukis dan hasil karyanya sehingga dapat mengancam kehidupan pelukis. Jika kita berpikir logis dan berdasarkan fakta bahwa pelukis yang bersangkutan meninggal karena sakit. Jika manusia sudah tiba pada ajalnya maka tidak ada satupun makluk-Nya yang dapat menhentikannya. Maha Suci Alloh yang Maha Berkehendak.

Mitos Nyi Roro Kidul hanya berkembang di sepanjang pantai selatan Jawa

Mitos :

Hanya masyarakat Jawa khususnya pantai selatan yang percaya adanya Penguasa Laut Kidul. Sang Ratu dianggap sebagai penguasa yang harus dilayani dengan mengadakan persembahan dan sesajian agar tidak murka. Sosok ini juga mereka anggap sebagai pelindung tanah Jawa.

Penjelasan Ilmiah :

Mengapa kepercayaan ini hanya berkembang di Jawa khususnya di bagian selatan ? Mengapa tidak berkembang sampai Jawa bagian utara atau daerah lain seperti Bali atau pantai Barat Sumatera ? Tentu pertanyaan ini bisa dijawab dengan dari mana asal mitos ini berkembang. Pada awalnya berasal dari kerajaan Padjajaran di tanah Sunda Wilayah kekuasaan kerajaan ini hanya di bagian selatan Jawa tidak sampai luar Jawa. Bahkan tidak sampai utara Jawa karena sudah dikuasai kerajaan Islam Demak, Cirebon, dan Banten. Cerita terus berkembang hingga Kerajaan Mataram Islam dan sampai saat ini masyarakat menganggap dua Kerajaan tersebut masih memiliki hubungan  dengan mitos ini.

Peristiwa alam bisa melahirkan mitos atau legenda

Jaman dulu, setiap kejadian alam selalu menginspirasikan masyarakatnya untuk membuat cerita yang akhirnya menjadi mitos ataupun legenda. Maklum, jaman dulu cara berlogika masyarakatnya masih sederhana. Bahkan bisa jadi, agamapun jaman dulu belum dikenal.

Menimbulkan kesesatan dan kesyirikan

Cerita-cerita fiktif, mitos atau legenda yang berhubungan dengan mahluk halus, kekuatan supra natural dan semacamnya jika diyakini bisa mengurangi derajat keyakinannya terhadap agama akan tergerus. Bahkan cenderung bersikap syirik. Percaya kepada yang ghoib memang disyari’atkan oleh agama. Namun, kita hanya diaperintahkan untuk mempercayainya saja tanpa harus menakutkannya dan bahkan mengagung-agungkannya. Karena sesungguhnyayang harus kita takuti hanyalah Tuhan kita, Alloh SWT.

Perlunya belajar ilmu logika secara sempurna

Orang yang percaya begitu saja. Percaya mentah-mentah bahwa Nyi Roro Kidul itu ada, pada umumnya ilmu logikanya lemah. Tidak mampu menganalisa secara jernih. Sehingga jika ada orang yang membantah keberadaan Nyi Roro Kidul, akan dianggap bodoh dan dianggap musuhnya. Mereka lebih percaya Nyi Roro Kidul daripada agamanya masing-masing.

Logika yang benar

Semua para ahli geologi tentu tahu bahwa Pantai Selatan rawan tsunami besar yang terjadi sejak ratusan tahun lalu. Bisa jadi, munculnya mitos/legenda Nyi Roro Kidul adalah dibuat pasca terjadinya tsunami besar beberapa ratus tahun yang lalu yang terjadi di Pantai Selatan. Tsunami yang dahsyat itulah yang memberi inspirasi tentang adanya mahluk halus yang mempunyai kekuatan dahsyat menguasai laut.  Dan selanjutnya cerita dari mulut ke mulut bisa ditambahi, bisa dikurangi dan bisa direkayasa ataupun dimodifikasi.

Artikel di cari :