Pengalaman misteri mendaki gunung gede pangrango

Wednesday, April 27th 2016. | Cerita misteri
Lafadz allah gunung gede

Lafadz allah gunung gede

Sejarah gunung gede sukabumi – Pengalaman saya yang paling menyeramkan ketika mendaki gunung gede.pada waktu itu kejadiannya sudah lumayan lama sekali sih,yaitu sekitar tahun 2001-an kalau tidak salah.(udah cukup lama juga ya..).tapi tidak apa-apa lah yang penting bisa berbagi pengalaman dengan sobat semua.

Pertama-tama perkenalkan lah diri saya,sebut saja saya bimarokz dan ke-lima teman saya adalah zawir,yen-yen,ucok,odet,dan satu di antaranya seorang perempuan yaitu jeni namanya.kami ber-enam pada waktu itu adalah sekawan yang bekerja di sebuah pabrik di kota bogor,untuk melakukan pendakian gunung gede kami ber-enam sepakat mengambil cuti kerja.
Pada hari jumat tepatnya jam 1 siang kami melakukan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum atau bus dari tempat tinggal kami menuju cianjur,dan kami akan melakukan pendakian gunung gede melalui jalur atau rute cipanas.karena menurut kami jalur tersebut lebih enak di lalui ketika mendaki gunung gede,dan kami telah melakukan 1 kali sebelumnya mendaki gunung gede di jalur atau rute itu, dari pada melalui jalur cibodas.kami sampai ketujuan kira-kira sekitar jam 5 sore.sesampainya di cipanas kami sejenak istirahat sebentar sambil mengisi perut dan mengecek peralatan kami terlebih dahulu.setelah semuanya sudah siap dan badan fit,jam setengah 7 malam kami berada di pos utama (penjagaan) untuk melakukan pendaftaran pendakian gunung gede dan mulai start mendaki gunung gede bogor.

Kami memilih waktu malam ketika mendaki gunung gede-nya,karena menurut kami kalau mendaki gunung malam-malam lebih mengasyikan dan lebih santai,juga tidak membuat kita cepat lemas atau pun letih.
Oleh karena saya membawa teman seorang perempuan yaitu jeni,jadi mendaki gunungnya santai saja,sebentar-sebentar istirahat yang penting sampai lah…!!!

Kami ber-enam telah melewati beberapa pos penjagaan,terus kami melewati aliran sungai yang sangat licin sekali dan airnya panas pula.apalagi kami melewatinya tengah malam dan membuat bulu kuduk merinding.ada cerita kata teman saya yaitu ucok bahwa di tempat itu suka ada penampakan seorang wanita dan suka mengganggu (katanya sih..!!!).meskipun kami tengah malam melewati kali atau aliran sungai tersebut.alhamdulillah kami melewatinya dengan aman dan selamat dan sampai lah kami di pos yang namanya “kandang badak”.kami sampai di pos kandang badak sekitar jam 2 malam,dan kami nge’camp di pos tersebut.setelah mendirikan tenda kami beristirahat dan berencana besok pagi untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunung gede.
Tepat jam 7 pagi kami beres-beres dan sarapan pagi sebelum melanjutkan perjalanan,biasa lah anak gunung sarapan paginya nasi liwet dan mie rebus pakai telor.setelah semua peralatan sudah di bereskan,kami siap untuk berangkat kembali melanjutkan pendakian ke puncak gunung gede.sebelum ke puncak gunung kami harus melewati jalur yang namanya “tanjakan setan” terlebih dahulu (dari namanya aja suerem banget khan?),yang kata para pendaki sih tanjakan setan itu angker juga dan cukup berbahaya untuk di lalui karena tanjakan tersebut sangat terjal.

Sekitar jam 11 siang kami telah sampai di puncak gunung gede,saya dan ke-5 teman saya bersuka ria sambil berfoto-foto menikmati indahnya puncak gunung gede.di saat kami bersuka ria,salah satu teman saya yang perempuan ada yang sakit yaitu jeni.dia mengalami muntah-muntah sehingga badannya menjadi lemas,mungkin karena pertama kali mendaki gunung jadinya dia sakit.setelah jeni sudah di obatin dan sudah agak baikan dua teman saya yang bernama yen-yen dan zawir memutuskan untuk turun gunung lebih duluan di karenakan ada keperluan yang mendadak,dan supaya tidak kemalaman saat turun gunung,mereka berdua cepat-cepat bergegas dari puncak gunung gede,jadi tinggal saya,ucok,odet,dan jeni yang masih berada di gunung gede.

Setelah puas menikmati puncak gunung gede berarti kami tinggal ber-empat untuk turun gunung.tp kami merencanakan untuk nge’camp beberapa hari dulu di alun-alun surya kencana,dan kami tiba di tempat itu sekitar jam 3 sore.lalu kami mendirikan tenda tepatnya paling atas karena banyak sekali pendaki gunung yang nge’camp di sekitar alun-alun surya kencana,di tempat itu kira-kira ada sekitar ratusan tenda yang telah berdiri.
Nahhhhh… dari sini lah awal Kisah Paling Menyeramkan Ketika Mendaki Gunung Gede – Bogor.saya dan ke-tiga teman yang salah satunya perempuan yang sedang sakit itu selesai mendirikan tenda sekitar jam 5 sore,di lanjutkan dengan acara makan,setelah itu kami ber-santai ria di dalam tenda saja.
Sekitar jam 8 malam ketika kami santai sambil bercanda gurau di dalam tenda,terdengar suara teriakan-teriakan atau sahut-sahutan dari para pendaki yang mendirikan tenda yang posisinya di bawah,tengah,dan atas di sekitaran alun-alun surya kencana,bahkan di samping atau sebelah tenda kami pun berteriak-teriakan ataupun bersahut-sahutan sampai bergema.mereka saling ejek-ejekan gurauan,dan berbalas pantun antara penghuni tenda yang satu dengan penghuni tenda yang lainnya.kami hanya diam sambil menyimak dan hanya bisa tersenyum bahkan tertawa cekikikan karena lucu mengelitik,karena mereka teriak-teriak berbalas pantun itu bukan untuk menantang satu sama lainnya,tapi hanya bersenda gurau untuk membuat sebuah lelucon dan hanya sekedar hiburan saja di tempat itu,tapi caranya itu yang salah karena berteriak-teriakan sampai suaranya bergema.

Dari jam 8 malam sampai jam 11 malam mereka masih saja bersahut-sahutan,dan baru berhenti sekitar jam 12 malam,karena waktu itu turun hujan dan lumayan besar juga hujannya.suasana sepi dan sunyi memasuki jam 1 malam,dan kami bert-tiga masih belum bisa tidur,kecuali jeni yang sedang sakit sudah tidur pulas duluan sekitar jam 10’an karena kecapean.
Kira-kira jam 2 malam terdengar suara pelan dari tenda sebelah yang jaraknya kira-kira 100 meter dari tenda kami,kami memperhatikan kira-kira tedengar sekitar lebih dari sepuluh suara orang penghuni tenda sebelah.mereka ada yang menangis,ada yang ber-do’a,bahkan ada pula yang mengaji al-quran.kemudian lama-kelamaan suara orang-orang tersebut semakin lama semakin keras suaranya. yang menangis semakin meraung-raung tangisannya,yang ber-do’a dan mengaji semakin bergemuruh suaranya,bahkan ada yang berteriak ketakutan juga.

si odet berbisik kepada saya dan ucok,bahwa dia mendengar suara samar cekikikan seorang perempuan di luar sana dan setelah itu terdengar suara seperti ada seseorang yang melemparkan sebatang kayu ke arah tenda mereka,kami pun langsung ketakutan,apalagi di tambah mendengar riuhnya suara-suara orang ketakutan di luar tenda sana yang membuat bulu kuduk kami ber-tiga semakin merinding.kami ber-tiga tidak bisa tidur karena ketakutan.saya melihat waktu sudah menunjukan jam setengah 4 pagi,tapi kami mendengar suara-suara mereka tidak henti-hentinya dari jam 2 malam sampai jam setengah 4 pagi masih saja bergemuruh membacakan do’a-do’a,dan terdengar di lanjutkan dengan sholat subuh berjama’ah sekitar jam setengah 5 pagi.

Kami berpendapat bahwa mereka telah di teror oleh makhluk halus yaitu penghuni atau penunggu alun-alun surya kencana.karena mereka telah berteriak-teriak artinya menantang penghuni atau penunggu tempat tersebut,sehingga para mahluk halus di tempat itu merasa terusik oleh teriakan-teriakan mereka.

Jam 6 pagi saya dan ucok pergi mencari air bersih untuk memasak,tapi di luar sana yaitu di sekitar alun-alun surya kencana terjadi badai kabut.sehingga saya dan ucok kedinginan,sampai-sampai dinginnya menusuk-nusuk sampai ke dalam seluruh tulang dalam tubuh maupun ulu hati serta membuat kaki dan tangan terasa kebal sekali meskipun sudah mengenakan sarung tangan dan kaos kaki,untuk menerobos jalan pun kita harus hati-hati karena jarak pandang yang pendek.baru kali ini saya merasakan dahsyatnya badai kabut yang teramat dingin ketika mendaki gunung.
Akhirnya setelah saya dan ucok mendapatkan air bersih untuk memasak,kami kembali ke tenda.setibanya di tenda kami langsung memasak makanan untuk sarapan pagi.sewaktu kami sedang memasak makanan tiba-tiba datang lah tiga orang laki-laki dari tenda sebelah yang semalam merasa ketakutan,salah seorang dari mereka menanyakan apakah di tenda kami ada seorang perempuan? dan saya menjawab:”oh iya,di sini ada seorang perempuan tapi dia lagi sakit dan tidur pulas dari jam 10 malam” memangnya ada apa?(saya pura-pura gak tau padahal tau kejadian semalam tadi).terus mereka mengatakan bahwa semalam,salah satu teman mereka melihat ada seorang perempuan lewat di dekat tenda mereka lalu tiba-tiba menghilang,setelah itu terdengar tangisan seorang perempuan,lalu terdengar pula suara cekikikan seorang perempuan berulang kali,dan yang paling mengagetkan ketika ada suara sebatang kayu di lemparkan ke tenda mereka.setelah obrolan tentang menceritakan kejadian semalam mereka ber-tiga meninggalkan kami,dan selang 1 jam kemudian mereka balik lagi ke tenda kami untuk memberikan bekal makanan seperti beras,indomie,dan sarden kepada kami.katanya pagi ini mereka yang berjumlah 12 orang akan turun gunung atau pulang,padahal mereka merencanakan akan nge’camp di alun-alun surya kencana sekitar 3-5 harian.
Mengingat kejadian semalam dan melihat mereka yang kena teror mahluk halus semalam juga langsung buru-buru pulang untuk turun gunung,kami seketika itu juga langsung beres-beres atau berkemas untuk pulang turun gunung juga,padahal kami ber-empat rencananya akan melewati atau menikmati satu malam lagi nge’camp di alun-alun surya kencana dan semua bekal makanan kami berikan lagi kepada pendaki gunung yang lain.

Kami lalu turun gunung melewati hamparan taman bunga edelweis yang sangat luas sekali sehingga saya sangat terpesona akan tempat itu, jalur atau rute yang kami lewati yaitu jalur cibodas.
setelah aman dan selamat turun gunung,kami istirahat sejenak dan mengisi perut yang kosong yaitu makan siang di warung nasi padang,lalu kami pulang menuju rumah menaiki sebuah bus.di dalam bus saat menuju pulang apa yang terjadi sobat? ternyata perut saya mulas dan mual-mual karena gara-gara makan nasi padang,dan juga karena di akibatkan dari semalam sama sekali saya tidak tidur,akhirnya saya muntah di dalam bus tersebut,heheheheheee….
Singkat cerita kami ber-enam berkumpul kembali membahas atau menceritakan pendakian ke gunung gede,karena dua teman saya yen-yen dan zawir telah pulang atau turun gunung duluan.tahu kah apa yang terjadi dengan ke-dua teman saya sobat? mereka ber-dua bercerita kepada saya bahwa pada waktu itu turun dari puncak gunung gede sekitar jam 1 siang dan jalannya buru-buru takut kemalaman sampai di kaki gunung gede nya.tiba-tiba di dalam perjalanan pulang ke-dua teman saya mendengarĀ  “auman” suara harimau atau macan,lalu ke-duanya lari terbirit-birit ketakutan takut di kejar oleh harimau atau macan tersebut sambil kerusak-kerusuk mencari jalan.untung ke-dua temen saya itu masih bersamaan tidak memisahkan diri dan mereka melihat seekor burung jalak,lalu burung jalak tersebut selalu mengikuti mereka ber-dua sampaiĀ  ke kaki gunung gede dengan selamat.seandainya mereka ber-dua terpisah mungkin mereka akan tersesat di gunung gede.
Ke-dua teman saya itu yen-yen dan zawir lalu meneruskan cerita kepada saya,katanya setelah mereka selamat lalu mereka beristirahat sejenak,singgah di warung kopi untuk melepas lelah bahkan sakit terbentur akar pohon karena lari terbirit-birit,disaat itu lah mereka ber-dua bercerita tentang kejadian yang baru saja mereka alami kepada seorang bapak yaitu pemilik warung kopi.bapak tersebut juga bercerita bahwa katanya beberapa bulan yang lalu ada seorang perempuan pendaki gunung yang meninggal di sekitar alun-alun surya kencana akibat kecelakaan,entah apa kecelakaannya mereka kurang tahu.
Setelah mendengar cerita dari yen-yen dan zawir,saya dan ke-tiga teman saya yang waktu itu nge’camp di alun-alun surya kencana saling “melongo” berpandang-pandangan.jangan-jangan yang meneror waktu nge’cam di alun-alun adalah perempuan itu????

Cukup sekian pengalaman pribadi saya paling menyeramkan ketika mendaki gunung gede-bogor,semoga dengan postingan saya ini,sobat semua khususnya para pendaki gunung atau para pecinta alam untuk lebih sopan,tidak bertingkah aneh atau pun sombong (“songong”) dan takabur,apalagi sok jagoan ketika mendaki sebuah gunung bisa-bisa celaka,serta ikuti aturan tradisi adat istiadat di setiap tempat,juga selalu berpamitan setiap melakukan suatu hal ketika mendaki sebuah gunung,luruskan niat insyaallah selamat.

Artikel di cari :